Breaking News:

Iran Vs AS

Laut dan Udara, Amerika Kena Semua! Kapal AS Terbakar Diserang Drone Iran, Jet F-35 AS Kirim SOS

Iran kembali mengerahkan serangan terukur ke sejumlah kawasan Teluk pada Minggu (10/5/2026).

Tayang:
Editor: Galuh Palupi

Namun, hingga berita ini diturunkan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan konfirmasi resmi mengenai apakah pesawat tersebut mengalami kegagalan mekanis atau mendapat serangan. 

Baca juga: Iran Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei Terkini: Mulai Stabil, Masalah Punggungnya Telah Teratasi

Dalam pernyataan singkatnya, pihak militer hanya menyebutkan bahwa keselamatan awak pesawat adalah prioritas utama dan penyelidikan terhadap status armada di kawasan tersebut sedang berlangsung secara internal.

F-35, Kebanggaan Amerika

F-35 Lightning II merupakan jet tempur siluman tercanggih yang dimiliki AS saat ini.

Pesawat buatan Lockheed Martin itu dirancang untuk menembus pertahanan udara modern dengan teknologi stealth yang membuatnya sulit dideteksi radar.

Jet tersebut mampu melaju hingga kecepatan Mach 1,6 atau sekitar 1.975 kilometer per jam, dengan radius tempur lebih dari 1.000 kilometer. 

F-35 juga dilengkapi sensor fusion canggih yang memungkinkan pilot memperoleh gambaran medan perang secara real time dari berbagai sistem radar dan sensor elektronik.

Selain kemampuan siluman, F-35 dibekali persenjataan modern mulai dari rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM, bom pintar JDAM, hingga rudal anti-kapal.

Amerika Serikat selama ini menganggap F-35 sebagai tulang punggung dominasi udara generasi baru.

JET USAF- Riyadh mengajukan pembelian hingga 48 unit jet tempur F-35, menjadikannya calon negara Arab pertama yang mengoperasikan F-35 berteknologi stealth, kecepatan Mach 1.6, sensor fusion berbasis AI, serta miliki kemampuan perang elektronik tingkat tinggi.
JET USAF- Riyadh mengajukan pembelian hingga 48 unit jet tempur F-35, menjadikannya calon negara Arab pertama yang mengoperasikan F-35 berteknologi stealth, kecepatan Mach 1.6, sensor fusion berbasis AI, serta miliki kemampuan perang elektronik tingkat tinggi. (Tribunnews.com/Cameron Lewis/US Air National Guard/DVIDS)

Sejarah mencatat bahwa F-35 bukanlah pesawat yang kebal dari insiden. Meski belum ada catatan resmi F-35 ditembak jatuh oleh tembakan musuh dalam pertempuran, beberapa unit telah hilang akibat kegagalan teknis, seperti jatuhnya F-35B Inggris dari kapal induk HMS Queen Elizabeth pada 2021, serta insiden jatuh di laut yang dialami oleh armada Jepang dan Amerika Serikat di masa lalu.

Pada perang terbaru di Iran bulan lalu, muncul laporan sebuah F-35 AS melakukan pendaratan darurat usai menjalankan misi tempur di wilayah Iran.

Baca juga: Iran Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei Terkini: Mulai Stabil, Masalah Punggungnya Telah Teratasi

Kini kabar mengenai sinyal darurat ini menambah beban psikologis bagi sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk. 

Seperti yang dilaporkan oleh Mathrubhumi, hilangnya kendali atau gangguan pada aset udara AS di Selat Hormuz dapat mengubah peta kekuatan diplomasi, terutama saat ekspor energi global sedang terhenti dan ekonomi negara-negara seperti Bahrain berada dalam mode darurat.

Iran sendiri telah meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya secara signifikan melalui pengembangan sistem Bavar-373 dan Khordad-15. 

Keberhasilan mereka menjatuhkan drone pengintai canggih AS, Global Hawk, pada tahun 2019 menjadi pengingat bagi Pentagon bahwa wilayah udara di sekitar Iran bukanlah zona tanpa risiko bagi pesawat jenis apa pun. (Tribun Style/Tribun Video/Tribunnews)

Halaman 2/2
Tags:
IranAmerika SerikatTeheran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved