Breaking News:

Iran Vs AS

Laut dan Udara, Amerika Kena Semua! Kapal AS Terbakar Diserang Drone Iran, Jet F-35 AS Kirim SOS

Iran kembali mengerahkan serangan terukur ke sejumlah kawasan Teluk pada Minggu (10/5/2026).

Tayang:
Editor: Galuh Palupi

Ringkasan Berita:
  • Iran kembali serang kawasan Teluk pada Minggu (10/5/2026)
  • Di Qatar, kapal kargo berbendera Amerika Serikat terbakar kena serangan drone Iran
  • Sementara di hari yang sama, jet tempur F-35 kebanggaan Amerika kirim sinyal SOS diduga ikut terkena serangan Iran

 

TRIBUNSTYLE.COM - Iran kembali mengerahkan serangan terukur ke sejumlah kawasan Teluk pada Minggu (10/5/2026).

Rudal dan drone milik Teheran menyasar perairan negara-negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, hingga wilayah perairan mereka sendiri, Selat Hormuz.

Akibat serangan ini, sebuah kapal kargo berbendera Amerika Serikat (AS) terbakar karena terkena drone Iran.

Kebakaran dilaporkan terjadi di atas kapal.

Kapal lain yang terimbas serangan Iran adalah kapal milik Korea Selatan.

PERANG IRAN - Capture YouTube soal kapal tanker Amerika Serikat terbakar terkena serangan drone Iran
PERANG IRAN - Capture YouTube soal kapal tanker Amerika Serikat terbakar terkena serangan drone Iran (YouTube/Bangka Pos)

Informasi tersebut telah dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Korea Sealatan yang mengungkap kapal kargo bernama HMM Namu milik mereka juga terkena serangan hingga rusak dan harus berlabuh di pelabuhan Dubai.

Baca juga: Trump Ketar-ketir? Mojtaba Khamenei Keluarkan Arahan Baru, Iran Lanjut Perang Lawan Amerika

Jet Amerika Serikat Kirim Sinyal SOS

Sementara itu di udara, jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mengirim sinyal darurat SOS ketika melintas di langit atas Laut Oman dekat Selat Hormuz pada Minggu (10/5/2026).

Sinyal ini langsung memicu spekulasi bahwa jet tempur tersebut ikut terkena serangan Iran.

Berdasarkan data pelacak penerbangan internasional, jet tempur generasi kelima itu memancarkan kode transponder "7700", yang merupakan sinyal universal untuk keadaan darurat umum (general emergency). 

Sinyal tersebut terdeteksi saat pesawat berada di dekat wilayah Semenanjung Arab, sebuah area yang kini menjadi zona panas akibat penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran terhadap lalu lintas kapal-kapal yang dianggap bermusuhan.

Pihak Iran mengklaim sinyal ini bukan karena kesalahan teknis semata.

"Unit pertahanan udara kami terus memantau setiap pergerakan aset asing yang mencoba melanggar batas kedaulatan atau melakukan manuver provokatif di zona identifikasi pertahanan udara kami," ujar seorang pejabat militer Iran dalam laporan yang dikutip dari WION.

Lebih lanjut, pihak Iran memberikan indikasi bahwa status darurat jet tempur tersebut berkaitan dengan sistem pertahanan elektronik atau kinetik yang mereka miliki. 

SINYAL SOS - Jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan sinyal darurat saat melintas di atas Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Minggu (10/5/2026).
SINYAL SOS - Jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan sinyal darurat saat melintas di atas Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Minggu (10/5/2026). (Tribunnews.com/Xinhua/Jaap Arriens)

"Kedaulatan udara kami tidak bisa diganggu gugat, dan setiap upaya untuk menguji kesiapan Iran akan mendapatkan respons yang sepadan, baik terlihat maupun tidak terlihat di radar," tegas pejabat anonim tersebut, merujuk pada spekulasi penggunaan pengacau sinyal (jammer) atau sistem rudal jarak jauh.

Halaman 1/2
Tags:
IranAmerika SerikatTeheran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved