Breaking News:

berita viral

Perbedaan Wabah Hantavirus dengan Pandemi Covid-19, WHO: Ini Bukan Influenza, Penyebarannya Berbeda

Munculnya kasus Hantavirus di atas kapal pesiar mewah MV Hondius, membuat panik dan trauma dengan kejadian dahulu saat terserang Pandemi Covid-19.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Shutterstock
HANTAVIRUS VS COVID-19 - Munculnya kasus Hantavirus di atas kapal pesiar mewah MV Hondius, membuat panik dan trauma dengan kejadian dahulu saat terserang Pandemi Covid-19. 
Ringkasan Berita:
  • Munculnya kasus Hantavirus di atas kapal pesiar mewah MV Hondius, membuat panik dan trauma dengan kejadian dahulu saat terserang Pandemi Covid-19
  • Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa Hantavirus tidak memiliki pola penyebaran semasif influenza atau COVID-19
  • Jika COVID-19 sangat lincah berpindah melalui droplet saat kita berbicara atau bersin, bahkan bisa bertahan di udara ruang tertutup, Hantavirus jauh lebih pilih-pilih

 

TRIBUNSTYLE.COM - Dunia baru-baru ini dikejutkan dengan munculnya kasus Hantavirus di atas kapal pesiar mewah MV Hondius. Kehebohan ini sempat memicu spekulasi di jagat maya bahwa kita sedang menghadapi ancaman COVID 2.0. Namun, otoritas kesehatan dunia (WHO) segera memberikan klarifikasi tegas, Hantavirus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan virus corona.

Memutus Rantai Penularan dengan Pelajaran Masa Lalu

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (7/5/2026), Direktur Operasi Kewaspadaan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud, menekankan bahwa kunci utama menghadapi virus ini adalah penanganan yang tepat dan cepat. Beliau merujuk pada keberhasilan penanganan kasus serupa beberapa tahun silam.

"Jika kita mengikuti langkah-langkah kesehatan masyarakat dan pelajaran yang dipetik dari lonjakan hantavirus sebelumnya di Argentina pada 2018, kita dapat memutus rantai penularan ini," kata Mahamud dikutip dari Axios.

Optimisme ini didukung oleh fakta bahwa Hantavirus tidak memiliki pola penyebaran semasif influenza atau COVID-19. Para pejabat WHO yakin bahwa risiko ledakan pandemi global seperti tahun 2020 sangat kecil untuk kasus saat ini.

Baca juga: Situasi Darurat di Atas Kapal Pesiar MV Hondius, 146 Orang Terjebak Wabah Hantavirus, 3 Orang Tewas

Perbedaan Fundamental: Cara Virus Berpindah Inang

Satu hal yang paling mendasar yang membedakan Hantavirus dengan COVID-19 adalah mekanisme penularannya. Maria Van Kerkhove, pelaksana tugas direktur WHO untuk manajemen epidemi dan pandemi, mengingatkan publik agar tidak menyamakan keduanya.

"Ini bukan COVID, ini bukan influenza. Penyebarannya sangat, sangat berbeda," tegas Maria dalam kesempatan yang sama.

Jika COVID-19 sangat lincah berpindah melalui droplet saat kita berbicara atau bersin, bahkan bisa bertahan di udara ruang tertutup, Hantavirus jauh lebih pilih-pilih. Penularan virus ini memerlukan kontak fisik yang sangat dekat dan dalam durasi yang lama. Biasanya, kasus ditemukan pada interaksi antar anggota keluarga, pasangan intim, atau petugas medis yang merawat pasien secara intensif.

Tantangan Masa Inkubasi dan Kerja Sama Lintas Batas

Meski tidak diprediksi menjadi pandemi global, bukan berarti dunia boleh lengah. Hantavirus memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yakni hingga berminggu-minggu. Hal ini memungkinkan adanya kasus-kasus baru yang baru terdeteksi di kemudian hari.

Oleh karena itu, WHO mendesak negara-negara untuk memperkuat kerja sama lintas batas, terutama dalam hal pelacakan kontak (contact tracing). Carlos del Rio, profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Emory, memandang momentum ini sebagai peluang riset yang berharga.

"Penelitian untuk membantu kita mengembangkan vaksin dan pengobatan sangat dibutuhkan," ujarnya dalam konferensi bersama Infectious Disease Society of America.

Baca juga: Terjebak Hantavirus di Tengah Laut, Kapal Pesiar Mewah Menuju Spanyol, Begini Nasib Para Penumpang

Kronologi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius

Awal mula kegaduhan ini terlacak pada kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions. Kapal yang berangkat dari Argentina awal bulan lalu tersebut terpaksa berubah menjadi zona karantina mandiri bagi para penumpangnya.

Otoritas kesehatan mengidentifikasi bahwa penyebab wabah di atas kapal adalah Strain Virus Andes. Hingga saat ini, jenis ini merupakan satu-satunya strain Hantavirus yang diketahui mampu menulari antar manusia. Tragisnya, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara delapan kasus lainnya (baik suspek maupun terkonfirmasi) terus dalam pemantauan ketat pihak WHO.

Meskipun situasi di MV Hondius memerlukan tindakan serius dan empati bagi para korban, secara saintifik Hantavirus bukanlah ancaman yang akan mengulang sejarah kelam pandemi 2020. Fokus saat ini adalah pelacakan yang disiplin dan pengembangan riset medis untuk penanganan di masa depan.

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Pandemi Covid-19Hantaviruskapal pesiar
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved