Breaking News:

Ramadan 2025

Apa Hukum Berpacaran Bulan Ramadhan? Bolehkan Memanggil Sayang saat Puasa? Ini Penjelasannya

Penjelasan hukum pacaran di bulan puasa, termasuk pertanyaan bolehkan memanggil 'sayang' saat Puasa?

Editor: Putri Asti
ASD Mental Health Blog - York University
HUKUM PACARAN RAMADHAN - Penjelasan hukum pacaran di bulan puasa, termasuk pertanyaan bolehkan memanggil 'sayang' saat Puasa? 

TRIBUNSTYLE.COM - Dalam ajaran agama Islam sendiri, panggilan sayang hukumnya sunnah atau bisa wajib diberikan kepada istri ataupun suami. 

Namun apa jadinya jika panggilan tersebut diberikan untuk pacar?

Adapun hukum pacaran di bulan Ramadan menurut Islam tetap haram terutama jika melibatkan pelanggaran syariat, meski puasanya sah. 

Berikut penjelasannya!

Berpuasa bukan hanya bersifat lahiriyah, seperti menahan lapar dan haus, tetapi juga harus bersifat batiniyah, seperti menahan diri dari perbuatan tercela.

Perintah puasa Ramadhan tercantum dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 183.

Baca juga: Ramadhan 2025, Ini 40 Hadist Tentang Ibadah Puasa, Perbanyak Amal di Bulan Suci, Pintu Surga Dibuka

Lantas apakah pacaran di bulan Ramadan dan bisa membatalkan puasa?

Banyak diantara mereka yang menodai kesucian Ramadan dengan melakukan berbagai macam dosa dan maksiat.

Pantas saja, jika banyak orang yang berpuasa pada bulan Ramadan, namun puasanya tidak menghasilkan pahala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga,” (HR Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami).

Satu di antara sebabnya adalah mereka berpuasa, namun masih saja berbuat maksiat.

HUKUM PACARAN RAMADHAN - Bagaimana hukum pacaran saat bulan Ramadhan?
HUKUM PACARAN RAMADHAN - Bagaimana hukum pacaran saat bulan Ramadhan? (tribunnews.com)

Menurut ceramah singkat Ustaz Khalid Basalamah yang dibagikan melalui tayangan YouTube Irahlal Indonesia ada beberapa hal yang harus dihindari saat berpuasa selain menahan lapar dan haus diantaranya Rafats, Fusuq dan Jidal.

"Kalau kalian sedang ikuti program ramadhan, bahasa Nabi Muhammad SAW kalau kalian sedang berpuasa, kalau kalian sedang ikut program ramadhan itu, lagi puasa banyak larangan-larangan kan, gak boleh maksiat, gak boleh dengar yang haram, gak boleh lihat yang haram, maka jangan rafats, rafats itu mengucapkan sayang, rindu, cinta sama selain pasangan halal, bahasa lainnya gak boleh pacaran,”ungkapnya.

Sama halnya dengan larangan saat haji, secara eksplisit, Al-Qur’an telah menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan orang yang sedang berhaji dalam tiga hal: yakni rafats, fusuq, dan  jidal.

Tiga hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 197: الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berdebat di dalam masa mengerjakan haji.” Sayangnya, dalam ayat tersebut tidak dijelaskan secara rinci apa saja perbuatan atau hal yang termasuk dalam kategori rafats, fusuq, maupun jidal.

Halaman 1/4
Tags:
puasaRamadhanBerpacaran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved