Breaking News:

Berita Kriminal

Pernah Infak ke Kotak Amal Bertuliskan Ini? Ternyata untuk Beli Bahan Bom oleh Teroris di Solo Raya

Simak penampakan 50 kotak amal yang disebar teroris di Sukoharjo dan Boyolali, ditempatkan di lokasi umum, ada tulisannya.

Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSOLO.COM/ANANG MA'RUF
Lima potret tersangka terorisme jaringan Bom Bunuh Diri di Bandung akhir tahun 2022 lalu. Para pelaku terorisme ini ditangkap di Solo Raya. 

TRIBUNSTYLE.COM - Ternyata kotak amal tak semua masuk kembali ke masyarakat yang membutuhkan.

Dilansir dari Kompas.com, ada sekitar 50 kotak amal yang disebar untuk mendanai terorisme.

Dari situlah sumber pendanaan teroris yang ditangkap Densus 88 di Sukoharjo dan Boyolali.

Kotak amal tersebut diletakkan di tempat-tempat umum yang mudah terjangkau.

Petugas masih mengupdate jumlah dana yang terkumpul dari kotak amal tersebut.

Potret kotak amal untuk pembiayaan pengebom dengan target Polresta Solo, dikumpulkan tersangka diseber di wilayah Soloraya, Jawa Tengah (Jateng).
Potret kotak amal untuk pembiayaan pengebom dengan target Polresta Solo, dikumpulkan tersangka disebar di wilayah Soloraya, Jawa Tengah (Jateng). (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)

Kotak amal menjadi salah satu barang yang disita Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat menggeledah rumah kontrakan terduga teroris, AG, di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (3/8/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Tadi dilakukan penggeledahan. Yang diambil cuma laptop, sama handphone sama kotak amal. Yang saya tau itu," kata Pemilik Kontrakan, Joko Mulyono. 

Joko mengatakan sebelum penggeledahan, AG sudah lebih dulu ditangkap Tim Densus 88.

Menurutnya AG ditangkap pada pukul 14.00 WIB, di rumah kontrakannya.

Baca juga: SOSOK Warga Boyolali Terduga Teroris Dicokok Densus 88, Tukang Jahit Jas, Dikenal Introvert

"Tadi penangkapannya sekitar jam 14.00 WIB. AG dibawa Densus 88," ujarnya.

Dia mengatakan AG telah mengontrak di rumah tersebut bersama Istri dan lima anaknya, selama 3 tahun.

Beli Bahan Bom Pakai Sumbangan Kotak Amal

Kotak amal yang disita pun ditampilkan saat Tim Densus 88 menggelar konferensi pers.

Penampakan rumah terduga teroris di Boyolali
Penampakan rumah terduga teroris di Boyolali (TribunSolo/Tri Widodo)

Kotak tersebut berwana coklat dengan tempelan kertas berwarna kuning. 

Ada dua jenis kotak amal yang disita pihak kepolisian.

Jenis pertama bertuliskan Kotak Sumbangan Sahabat Langit.

Sementara yang kedua bertuliskan Kotak Sumbangan Sahabat Umat.

PPID Densus 88 Mabes Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan kotak amal tersebut menjadi sumber pendanaan terorisme.

Menurutnya, kotak amal tersebut ditaruh di tempat umum yang bisa diakses masyarakat. 

Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di Jawa Tengah dalam sepekan. 1 terduga teroris diamankan di Boyolali, 2 lainnya ditangkap di Sukoharjo.
Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di Jawa Tengah dalam sepekan. 1 terduga teroris diamankan di Boyolali, 2 lainnya ditangkap di Sukoharjo. (Kolase Tribunnews.com)

"Sarana untuk pendanaan yang mereka lakukan ada dua kotak sumbangan. Ini merupakan cara mereka untuk mengumpulkan atau mendapatkan dana yang diletakkan atau ditaruh, di tempat-tempat umum publik," kata Aswin di Polresta Solo, pada Jumat (4/8/2023).

Dia mengatakan uang hasil sumbangan di kotak amal tersebut untuk membeli bahan pembuat bom. 

"Sehingga hasil-hasil sumbangan itu mereka kumpulkan sebagai dana untuk pembelian bahan-bahan (pengeboman) yang mereka lakukan," ungkapnya. 

Aswin menyebut ada 50-an kotak amal yang diamankan.

Dia mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait jumlag uang dalam kotak tersebut. Termasuk lokasi kotak amal itu ditaruh. 

"Sekitar 50-an kotak isinya masing-masing masih belum diketahui. Tapi ini mungkin akan nanti kita update. Karena penyidik kita masih bekerja untuk meneliti dimana saja kotaknya, isinya berapa semuanya," tuturnya.

Amankan Lima Tersangka Terorisme

Tim Densus 88 Mabes Polri lima tersangka terorisme.

Di antaranya S pemimpin atau dalang pengeboman, RS alias UD istri tersangka bom bunuh diri Polsek Astanaanyar, TN, TS, dan AG alias AS.

S merupakan jaringan terorisme dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sejak 2008 sampai 2014.

Kemudian menjadi simpatisan ISIS dari 2014 hingga sekarang. Sedangkan RS alias UD, TN, TS dan AG alias AS terafiliasi menjadi jaringan Asrori Daulah.

Dari hasil penyelidikan, S merupakan otak pengeboman. Selain itu S juga merupakan perakit bom.

Bom rakitan S dikirim kepada  AG atau AS untuk menyerang Polsek Astanaanyar Bandung. 

"Pernyataan dari S, sebetulnya di dua tempat, AG atau AS memilih untuk lokasi di Bandung. Sedangkan S memilih untuk lokasi di Solo atau Surakarta," katanya.

Bom untuk Polresta Solo Mirip dengan di Polsek Astanaanyar

Karo penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan jenis bom yang akan dipergunakan dalam pengeboman Polresta Solo, serupa dengan kasus di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Seperti diketahui Mapolsek Astanaanyar diserang bom bunuh diri pada Rabu (7/12/2022).

"Ada kesamaan. Kalau kita lihat ini adalah kontainer yang merupakan pecahan-pecahan dari logam-logam atau potongan-potongan logam yang berserakan dan telah dikumpulkan pada saat pengumpulan BB (barang bukti) di TKP Polsek Astana Anyar," katanya.

Dia juga menyebut dalam bom panci tersebut ada kumpulan paku-paku. 

"Dalam panci itu ada kumpulan paku. Kemudian di situ ada kayak atau seperti switch pemicu elektrik. Yang akan mengaktifkan seperti dari bom Astana Anyar," pungkasnya. 

(*)

(Kompas.com)

Artikel diolah dari Kompas.com dan TribunJateng.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
terorismeSukoharjoBoyolaliberita kriminal
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved