Hari Puisi Nasional, Mengenang Chairil Anwar Lewat Sajak, Ini 7 Karya 'Si Binatang Jalang'
Hari Puisi Nasional, mengenang Chairil Anwar lewat sajak-sajaknya, ini 7 karya penyair berjuluk 'Si Binatang Jalang'.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Februari 1943
3. Sia-Sia
Penghabisan kali itu kau datang
membawaku karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
4. Hampa
Kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik…
Memberat-mencekung punda…
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
5. Nisan
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.
6. Derai-Derai Cemara
Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/potret-chairil-anwar-dan-kutipan-puisi-karyanya-pada-sebuah-tembok.jpg)