Breaking News:

Aroma Busuk Merebak dari Dalam Rumah Dimas Kanjeng, Kemungkinan Ini Sumbernya

Sejumlah perhiasan emas, liontin, gelang dan uang ditemukan di rumah si 'pengganda uang' Dimas Kanjeng. Aroma busuk juga merebak. Ini sumbernya.

Tayang:
Surya/ Ahmad Zainul Haq
Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya. 

Cari Bunker

Ketika penggeledahan berlangsung, tim penyidik mencari bunker penyimpanan uang atau emas batangan.

Namun petugas yang mengubek-ubek rumah tersangka mulai ruang tamu, beberapa kamar termasuk kamar pribadi tersangka tak menemukan bunker.

Penggeledahan yang dilanjutkan ke lantai 2 juga tak menemukan bunker.

Pencarian bunker di rumah pribadi tersangka, penyidik mengajak orang dari Bank Indonesia (BI).

Petugas BI itu membawa alat khusus untuk mendeteksi uang palsu. Karena ditengarai di area padepokan yang dipimpin tersangka ada indikasi uang palsu yang beredar

Kombes Argo mengaku belum menemukan uang palsu.

"Uang mainan yang dibawa tadi itu untuk rekonstruksi saat penyerahan uang dari Taat ke tersangka Wahyudi setelah pembunuhan Abdul Gani," ujarnya.

Kabar yang diperoleh Surya, bunker tidak dibuat di kediaman tersangka. Namun ada sebuah tempat yang dicurigai dan diyakini petugas sebagai penyimpanan uang dan barang berharga.

Lokasinya tidak jauh dari kediaman tersangka dan sekarang masih dalam pendeteksian. Sesuai rencana, penyidik, hari ini (Selasa, 4/10) meneruskan pencarian.

Ketika penyidik mencari bunker di kediaman Kanjeng Taat Pribadi, petugas tiba-tiba mencium aroma busuk dari rumah bagian belakang.

Curiga ada sesuatu akhirnya petugas mengubek-ubek rumah bagian belakang. Setelah diselidiki, bau busuk itu muncul dari daging yang ada dalam kulkas.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, rekonstruksi pembunuhan Abdul Gani di lingkungan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi memerankan 74 adegan.

Adegan yang diperagakan itu sudah dilist oleh penyidik sebanyak 67, tapi di lapangan ada penambahan 7 adegan sehingga menjadi 74.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Tags:
Dimas KanjengProbolinggoPolda Jatim
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved