Aroma Busuk Merebak dari Dalam Rumah Dimas Kanjeng, Kemungkinan Ini Sumbernya
Sejumlah perhiasan emas, liontin, gelang dan uang ditemukan di rumah si 'pengganda uang' Dimas Kanjeng. Aroma busuk juga merebak. Ini sumbernya.
Editor: Agung Budi Santoso
Tidak sedikit warga mulai anak-anak hingga orang dewasa banyak yang mengabadikan momen ini.
Petugas kepolisian yang tugas di jalan raya, puluhan kali mengingatkan pada masyarakat yang ingin menonton jalannya rekonstruksi.
Karena motor milik warga ditaruh begitu saja di tepi jalan. Sebuah motor yang diakui tidak ada pemiliknya, kabel yang menghubungan ke busi ditarik dan motor jenis Honda dipinggirkan.
Selain itu, pintu masuk gerbang menuju padepokan dari Jalan Raya Wangkal dijaga petugas kepolisian.
Semua kendaraan tidak diperbolehkan masuk. Masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya rekonstruksi harus jalan kaki sejauh sekitar 600 meter.
Sementara Kepala Penerangan Lanud Abdurahman Saleh, Mayor Hamdi Landong Alo, mengungkapkan, Serma RD yang terlibat pembunuhan dijerat oleh penyidik intern pasal 340 KUHP, 55 KUHP jo to Pasal 56 KUHP yakni pembunuhan terencana dan ikut serta.
"Dalam rekonstruksi, RD bertindak sebagai sopir untuk membawa mayat korban Abdul Gani," ujar Mayor Hamdi di sela-sela rekonstruksi.
RD saat diperiksa penyidik, mengaku menjadi santri selama 4 tahun dan selama dinas sebagai Harlan tidak menunjukkan keanehan. Namun saat disinggung, berapa kerugian yang diderita RD diakui Rp 5 juta.
"Sementara untuk anggota TNI AU yang menjadi korban 5 orang termasuk RD," paparnya.
Apakah RD yang diduga terlibat pembunuhan akan dipecat dari kesatuannya?
"Ya lihat nanti dari hasil peyidikan polisi. Tetapi proses itu akan diajukan ke Ankum," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/dimas-kanjeng_20161004_132715.jpg)