Breaking News:

Aroma Busuk Merebak dari Dalam Rumah Dimas Kanjeng, Kemungkinan Ini Sumbernya

Sejumlah perhiasan emas, liontin, gelang dan uang ditemukan di rumah si 'pengganda uang' Dimas Kanjeng. Aroma busuk juga merebak. Ini sumbernya.

Tayang:
Surya/ Ahmad Zainul Haq
Dimas Kanjeng Taat Pribadi digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya. 

Adegan itu di antaranya, tersangka Ahmad Suryono yang semula tidak tercatat dengan perintah menunggu korban di pojokan selatan pendopo. Selain itu, penambahan lain, saat mengangkat mayat Abdul Gani usai dibunuh di ruang Asrama Putra.

Di adegan 27 sampai adengan 46, korban Abdul Gani yang diperankan petugas dari Polda Jatim mulai memarkir mobil Avanza putih N 1216 NQ di depan Asrama Putra.

Selanjutnya korban dipersilakan masuk kantor dan berbicara dengan tersangka Wahyu Wijaya selama 5 menit.

Begitu menginjak adegan 34 korban diajak ke kamar untuk menyerahkan uang Rp 130 juta, karena Abdul Gani saat itu pinjam uang.

Begitu uang Rp 130 juta akan diserahkan Wahyu ke tangan Abdul Gani, Kurniadi langsung memukul tengkuk korban dengan pipa besi hingga tersungkur.

Dalam kondisi tersungkur, Kurniadi menindih tubuh korban. Bersamaan dengan itu tersangka Boiran menjerat leher korban.

Caranya memasukkan kolong tali parasit kemudian menarik ke atas dari arah depan sampai korban tidak bergerak.

Tidak itu saja, Boiran juga memasukkan tas kresek warna biru ke kepala korban diteruskan tersangka Wahyu melakban dari leher sampai hidung korban.

Korban ditelanjangi kemudian dimasukkan ke box plastik ukuran 90 cm x 70 cm.

Setelah itu, mayat korban yang sudah dimasukkan dalam kotak dipindahkan ke mobil yang sudah disiapkan oleh tersangka Wahyudi.

Selanjutnya mobil Toyota Avanza hitam yang sudah siap berangkat ke Wonogiri dikemudikan RD, oknum TNI dibantu Kurniadi dan Boiran.

Ketika rekonstruksi berlangsung, ribuan warga mulai dari Pasuruan, Situbondo dan warga sekitar di Probolinggo menyaksikan jalannya rekonstruksi.

Namun warga hanya bisa menyaksikan dari jarak 200 meter.

Mereka berdiri bergerombol di jalan menuju padepokan.

Sumber: Surya
Halaman 3/4
Tags:
Dimas KanjengProbolinggoPolda Jatim
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved