Breaking News:

berita viral

Kerap Dikritik Sering Melawat ke Mancanegara, Prabowo Sebut Publik 'Aneh': Sebenarnya Tak Masalah!

Prabowo kerap kunjungan ke luar negeri belakangan ini kerap memantik buah bibir di tengah masyarakat, justru mengaku heran mengapa dipersoalkan.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Sekretariat Presiden RI
PRESIDEN PRABOWO - Prabowo kerap kunjungan ke luar negeri belakangan ini kerap memantik buah bibir di tengah masyarakat, justru mengaku heran mengapa dipersoalkan. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo kerap kunjungan ke luar negeri belakangan ini kerap memantik buah bibir di tengah masyarakat, justru mengaku heran mengapa dipersoalkan
  • Prabowo lantas menoleh ke belakang dan membandingkannya dengan era kepemimpinan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo
  • Baginya, apa pun langkah diplomasi yang diambil seorang pemimpin negara tampaknya akan selalu menemukan celah untuk dikritik

 

TRIBUNSTYLE.COM - Agenda diplomasi maraton yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto ke berbagai penjuru dunia belakangan ini kerap memantik buah bibir di tengah masyarakat. Menanggapi riuh rendah kritik tersebut, sang Kepala Negara justru mengaku heran mengapa langkahnya melawat ke luar negeri terus-menerus dipersoalkan.

Prabowo lantas menoleh ke belakang dan membandingkannya dengan era kepemimpinan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo. Kala itu, kata Prabowo, Jokowi justru kerap menuai sentimen negatif dari publik dengan alasan yang sebaliknya, yakni dianggap terlalu pasif dalam diplomasi internasional.

"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan ‘Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri’," kata Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas Hipmi) XVIII yang digelar di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Mantan Menteri Pertahanan ini merasa respons publik tersebut terasa membingungkan. Baginya, apa pun langkah diplomasi yang diambil seorang pemimpin negara tampaknya akan selalu menemukan celah untuk dikritik.

"Saya sering ke luar negeri, (dibilang) ‘Prabowo sering ke luar negeri’. Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," sambung Prabowo di hadapan para pengusaha muda.

Baca juga: Dari Qatar hingga Portugal, Presiden Prabowo Sambut 9 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka

Siasat Menghadapi Geopolitik yang Kusut

Lebih lanjut, Prabowo membeberkan alasan fundamental di balik tingginya intensitas perjalanan dinasnya. Menurutnya, lanskap politik global saat ini berada dalam kondisi yang jauh berbeda dan jauh lebih menantang ketimbang periode-periode sebelumnya.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung," cetus Prabowo menggambarkan konstelasi global saat ini.

Berangkat dari kerumitan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa fondasi haluan politik luar negeri Indonesia tidak akan pernah bergeser, yakni tetap setia pada prinsip bebas aktif. Sejak awal memegang nakhoda pemerintahan, ia berkomitmen menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan dunia tanpa harus terikat ke dalam pakta pertahanan militer mana pun.

"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," tegasnya secara lugas.

Baca juga: Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Rekam Jejak Said Iqbal yang Pernah Sabet Penghargaan Internasional

Langkah konkret dari doktrin seribu kawan ini tercermin dari kedekatan personal Prabowo dengan para pemimpin dunia yang kerap berseberangan. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia mampu merajut hubungan harmonis baik dengan Kremlin maupun Gedung Putih secara simultan.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," ungkapnya.

Di penghujung arahannya, Prabowo menitipkan pesan optimisme agar semua elemen bangsa memfokuskan energi untuk bekerja nyata demi kemakmuran rakyat, ketimbang larut dalam polemik yang tidak produktif.

"Noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," pungkas Prabowo mantap.

Sebagai informasi tambahan berdasarkan catatan dari Kompas.id, sejak resmi dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu, Presiden Prabowo Subianto memang tercatat sangat aktif di panggung internasional. Ia setidaknya telah melakoni 26 rangkaian perjalanan dinas luar negeri yang mencakup kunjungan ke 29 negara yang berbeda.

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Presiden Prabowoluar negeriJokowi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved