Breaking News:

Jerit Hati Warga Bali Imbas Harga Pertamax Naik, Keluhkan Pengeluaran Melonjak: Boncos Lama-lama

Warga Bali keluhkan lonjakan harga BBM jenis Pertamax yang naik drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Tayang:
Dok. Pertamina
HARGA PERTAMAX NAIK - Ilustrasi SPBU Pertamina. Warga Bali keluhkan lonjakan harga BBM jenis Pertamax yang naik drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kabupaten Buleleng, Bali, mengeluhkan lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang naik drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. 
  • Kenaikan yang terjadi secara mendadak ini diakui langsung memukul kondisi finansial para pengendara. 
  • Meski merasa terbebani, sebagian warga memilih tetap bertahan menggunakan Pertamax.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Gelombang kenaikan harga BBM nonsubsidi kini mulai memicu keluhan.

Salah satunya dirasakan oleh warga di Kabupaten Buleleng, Bali, yang gusar setelah harga Pertamax resmi melonjak.

Akibat kebijakan baru ini, para pengendara terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar harian mereka.

Muhammad Fredy (33), seorang pengguna setia Pertamax, menceritakan bahwa dalam kondisi normal ia biasanya cukup mengalokasikan dana sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per bulan untuk mengisi bensin sepeda motornya.

Namun, dengan kenaikan harga Pertamax yang melesat dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, Fredy memastikan pos pengeluaran bulannnya bakal membengkak signifikan.

Baca juga: Pertamax Naik Harga Mulai Hari Ini Rabu 10 Juni 2026, Update Harga BBM di Seluruh Indonesia

PERTAMAX NAIK HARGA - Ilustrasi antrean pembeli di bagian Pertalite gegara Pertamax naik harga
PERTAMAX NAIK HARGA - Ilustrasi antrean pembeli di bagian Pertalite gegara Pertamax naik harga (TikTok/@harapanindahstory/@tokoku_azira)

"Dengan kenaikan harga baru yang mencapai 30 persen. Pengeluaran untuk BBM akan naik bisa sekitar Rp 50.000 hingga Rp 75.000," kata warga Desa Baktiseraga, Kecamatan Bulelengini, Rabu (10/6/2026).

Ia tak menampik rasa kagetnya atas kenaikan harga BBM nonsubsidi ini, yang menurutnya melonjak terlampau tinggi tanpa ada ancang-ancang sebelumnya.

Walau berat di ongkos, Fredy memilih setia dan enggan berpaling dari bahan bakar tersebut.

Faktor performa mesin kendaraan yang tetap prima serta efisiensi bahan bakar jangka panjang menjadi alasan utama di balik keputusannya tersebut.

"Tapi di sisi lain, saya selalu pakai Pertamax dari awal karena tarikan mesinnya lebih enak. Jadi siap tidak siap harus menerima risiko naik-turun harga," ujarnya.

Curhatan Warga Lain

Suara senada juga datang dari Komang Yudha, seorang warga asal Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, yang merasakan dampak langsung dari kebijakan baru ini.

Yudha mengaku sempat terperangah saat mendapati fakta bahwa harga Pertamax melonjak drastis hingga menyentuh angka hampir Rp 4.000 per liternya.

 Baginya, lonjakan yang terjadi secara tiba-tiba ini jelas langsung memukul kondisi finansial dan menambah beban pengeluaran bulanannya.

"Kalau normal, seminggu isi Rp 100.000. Kalau pergi agak jauh bisa Rp 150.000. Dengan kenaikan harga segitu, boncos juga lama-lama," kata Yudha.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
BBMPertamaxBulelengBali
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved