Breaking News:

berita viral

Kronologi Pasutri Lansia di Sragen Minta Tebusan Rp 1 Juta Usai Temukan Dompet, Pemilik Ikhlaskan?

Ahmad Bahru harus menelan pil pahit setelah dompet berharga miliknya raib, ditemukan pasutri penjual siomai dan minta tebusan sebesar Rp1 juta.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Instagram @infosumberlawang
LANSIA DI SRAGEN - Ahmad Bahru harus menelan pil pahit setelah dompet berharga miliknya raib, ditemukan pasutri penjual siomai dan minta tebusan sebesar Rp1 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Ahmad Bahru harus menelan pil pahit setelah dompet berharga miliknya raib, ditemukan pasutri penjual siomai dan minta tebusan sebesar Rp1 juta
  • Meski sempat merasa kecewa dan terpukul, Ahmad akhirnya memilih jalan damai
  • Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji membenarkan bahwa korban telah menerima keadaan ini dengan lapang dada dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah drama sosial yang menguras emosi terjadi di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang warga bernama Ahmad Bahru harus menelan pil pahit setelah dompet berharga miliknya raib. Alih-alih kembali dengan utuh setelah ditemukan oleh sepasang suami-istri lansia yang berprofesi sebagai penjual siomai keliling, Ahmad justru dihadapkan pada kenyataan pahit, ia dimintai uang tebusan sebesar Rp 1 juta.

Meski sempat merasa kecewa dan terpukul, Ahmad akhirnya memilih jalan damai. Rasa kemanusiaannya runtuh setelah ia mengetahui kondisi kesehatan mental dari lansia yang menemukan barang berharganya tersebut. Kasus ini pun diselesaikan tanpa melibatkan jalur hukum.

Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji membenarkan bahwa korban telah menerima keadaan ini dengan lapang dada dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

"Pemilik melihat situasi kondisi seperti itu, tadi menyampaikan kepada saya legowo," kata Sudarmaji, dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Bocah Perempuan Berseragam Pramuka di Jenar Sragen, Periksa 4 Saksi Kunci

Misteri Hilangnya Uang dan Dokumen yang Tercecer

Berdasarkan pengakuan Ahmad kepada pihak kepolisian, kerugian yang dialaminya sebenarnya jauh lebih besar dari yang diakui oleh sang penemu. Jika pasutri penjual siomai mengaku hanya melihat uang Rp 400.000, Ahmad menyebut di dalam dompetnya sebenarnya tersimpan uang tunai sekitar Rp 1,3 juta yang diselipkan di beberapa kompartemen berbeda. Notabene, dompet tersebut juga berisi dokumen krusial seperti STNK, KTP, dan kartu penting lainnya.

Hingga mediasi dilakukan, Ahmad baru menerima sebagian kecil dari dokumennya yang tercecer. Beruntung, empat kartu identitas vital, termasuk KTP dan kartu BPJS Kesehatan, sudah kembali ke tangannya.

Di sisi lain, pasangan lansia bernama Darmo dan Sukini tidak menampik bahwa mereka sempat mengambil uang tunai Rp 400.000 beserta beberapa kartu dari dompet tersebut.

"Sebagian barang sudah dikembalikan tapi sebagian juga belum," ujar Sudarmaji.

Kepada petugas, pasutri ini berdalih bahwa sisa barang-barang milik korban awalnya disimpan di dalam gerobak dagangan siomai mereka. Namun apes, barang-barang tersebut diklaim telah terjatuh di jalanan saat mereka keliling berjualan.

"Jatuhnya di mana tidak tahu," imbuh Sudarmaji.

Baca juga: Berawal dari saling ejek, siswa SMP di Sragen tewas usai didorong teman, berikut kronologinya

Berawal dari Belanja, Berakhir di Rekaman CCTV

Peristiwa ini bermula pada Minggu (7/6/2026) siang, sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, Ahmad bersama anak dan istrinya tengah memarkirkan kendaraan untuk berbelanja di Alfamart Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Pasar Sumberlawang.

Sesampainya di pasar, Ahmad tersadar dompetnya sudah tidak ada di saku. Panik, ia langsung memutar arah kembali ke Alfamart untuk menelusuri keberadaan barangnya. Titik terang mulai muncul saat pihak toko memperlihatkan rekaman CCTV. Di dalam video, terlihat jelas dompet Ahmad dipungut oleh Darmo dan Sukini.

Berbekal bukti visual tersebut, Ahmad mencari keberadaan sang penjual siomai. Ia akhirnya berhasil mencegat keduanya saat sedang mangkal di depan sebuah sekolah. Ketika disodori bukti rekaman CCTV, pasutri lansia ini tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatan mereka. Namun, alih-alih langsung mengembalikannya, mereka justru memeras Ahmad dengan meminta uang tebusan Rp 1 juta.

Baca juga: Kronologi Pedangdut Lusyana Jelita Selamat Usai Kecelakaan di Tol Sragen, Tabrakan dengan Truk

Alasan Humanis di Balik Sikap Ikhlas Korban

Mendapat aduan terkait ketegangan tersebut, aparat Polsek Sumberlawang bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak untuk melakukan klarifikasi pada hari Selasa. Dari hasil interogasi dan pendekatan persuasif, polisi menemukan fakta mengejutkan mengenai kondisi kejiwaan Sukini, sang istri penjual siomai.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Sragendompetwargapasutri
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved