Breaking News:

Iran Vs AS

AS Bongkar Bunker Tempat Persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran, Cuma Kurir Khusus yang Bisa Akses

Intelijen Amerika Serikat ungkap lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi

Ringkasan Berita:
  • AS bongkar bunker lokasi persembunyian Motjaba Khamenei
  • Motjaba disebut berada di lokasi dengan penjagaan super ketat sehingga menyulitkan negosiasi
  • Hanya kurir khusus yang diberi akses untuk berkomunikasi dengannya

 

TRIBUNSTYLE.COM - Intelijen Amerika Serikat ungkap lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei.

Motjaba disebut bersembunyi di sebuah bunker rahasia dengan penjagaan super ketat.

Bahkan pejabat di Iran sendiri tidak bisa sembarangan mengakses atau berkomunikasi dengannya.

Hanya kurir khusus yang diberi akses penuh untuk berkomunikasi dengan Motjaba.

Hal inilah yang disinyalir menjadi faktor yang membuat negosiasi antara AS dan Iran berjalan lambat.

PERANG IRAN - AS bongkar lokasi persembunyian Motjaba Khamenei di bunker rahasia
PERANG IRAN - AS bongkar lokasi persembunyian Motjaba Khamenei di bunker rahasia (YouTube/Tribunnews)

Kata Menlu AS soal Kesepakatan Perang Iran

Baca juga: Amukan Trump Picu Korban dari Pihak Teheran, Iran Berduka Serangan Mematikan AS Tewaskan 4 Warga

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dapat terwujud pada Senin (25/5/2026), sementara Presiden Donald Trump meredam ekspektasi.

Amerika Serikat dan Iran telah mematuhi gencatan senjata sejak 8 April sementara para mediator mendorong penyelesaian melalui negosiasi, meskipun Iran telah memberlakukan kontrol terhadap pelayaran di Teluk dan AS telah memblokade pelabuhan Iran.

“Kami pikir mungkin ada beberapa berita tadi malam, mungkin hari ini, saya tidak akan terlalu memikirkannya,” kata Rubio di New Delhi, merujuk pada potensi kesepakatan tersebut, dikutip dari Al Arabiya.

“Kami memiliki apa yang menurut saya merupakan hal yang cukup solid di atas meja dalam hal kemampuan mereka untuk membuka selat, membuat selat tetap terbuka,” jelasnya.

Pernyataan Rubio muncul setelah Trump mengatakan pada Minggu (24/5/2026) bahwa ia telah memberitahu para negosiatornya untuk tidak “terburu-buru” dalam kesepakatan tersebut, sementara Washington dan Teheran sama-sama mengisyaratkan kemajuan menuju kesepakatan.

“Saya telah memberitahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak pada kita,” demikian unggahan Truth Social di akun resmi Presiden AS pada hari Minggu.

“Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani," jelasnya.

PEMBUKAAN SELAT HORMUZ - Ilustrasi bendera Pakistan, Amerika Serikat, dan Iran yang merepresentasikan peran Islamabad sebagai mediator dalam upaya negosiasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
PEMBUKAAN SELAT HORMUZ - Ilustrasi bendera Pakistan, Amerika Serikat, dan Iran yang merepresentasikan peran Islamabad sebagai mediator dalam upaya negosiasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. (Tribunnews.com/Tangkap layar Khaberni)

Dalam unggahan terpisah di Truth Social milik Trump, tertulis kesepakatan tersebut “sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain.”

Kantor berita Iran, Tasnim, pada hari Minggu melaporkan informasi yang mereka peroleh menunjukkan bahwa klausul-klausul kunci dari kemungkinan kesepakatan masih “belum terselesaikan saat ini,” termasuk masalah aset Iran yang dibekukan.

Baca juga: Kesepakatan Damai Hampir Tercapi, AS Malah Serang Kapal Penebar Ranjau Iran, Hormuz Panas Lagi

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
IranMotjaba KhameneiAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved