Breaking News:

PM Jepang Sanae Takaichi Jalani Gaya Hidup Ekstrem Urus Suami dan Negara, Sehari Tidur Cuma Dua Jam

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi harus menjalani gaya hidup ekstrem mengurus negara sekaligus suaminya yang sakit.

Editor: Galuh Palupi

Secara fisiologis, tubuh yang hanya tidur sangat sedikit (misalnya 2 jam) mengalami ketidakseimbangan hormon dan sistem metabolisme.

Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur (cbc.ca)

Kompas melaporkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur gula darah (insulin), meningkatkan tekanan darah, serta memicu peradangan dalam tubuh.

Dampaknya tidak main-main: risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kenaikan berat badan meningkat karena tubuh kehilangan kemampuan mengatur rasa lapar dan energi dengan normal.

Dalam jangka lebih panjang, efeknya menjadi lebih fatal.

Kurang tidur kronis dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit serius seperti stroke, yang merupakan salah satu penyebab kematian utama.

Selain itu, tubuh sebenarnya tidak bisa “beradaptasi” dengan kurang tidur seperti yang sering dianggap orang; dampak buruknya tetap terakumulasi dan merusak kesehatan secara perlahan.

Bahkan kesehatan mental dan produktivitas juga ikut terganggu, membuat seseorang lebih mudah stres, emosional, dan tidak stabil secara psikologis.

Dengan demikian, jika seseorang hanya tidur sekitar 2 jam, yang terjadi bukan sekadar “kurang istirahat”, tetapi gangguan menyeluruh pada otak, hormon, dan organ tubuh yang bisa berujung pada kecelakaan, penurunan fungsi tubuh, hingga peningkatan risiko penyakit mematikan bila berlangsung terus-menerus. (Tribun Style/Tribun Jatim/Ignatia)

Halaman 3/3
Tags:
JepangPerdana MenteriSanae Takaichi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved