Breaking News:

berita viral

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Kapal Iran di Selat Hormuz: Tidak Boleh Ada Keraguan!

Trump, instruksikan militer yang mengerikan, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk tak ragu menghancurkan unit angkatan laut Iran di Selat Hormuz.

Editor: Sinta Darmastri
Tribunnews.com/Akun X China live x
DONALD TRUMP - Trump, instruksikan militer yang mengerikan, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk tak ragu menghancurkan unit angkatan laut Iran di Selat Hormuz. 
Ringkasan Berita:
  • Trump, instruksikan militer yang mengerikan, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk tak ragu menghancurkan unit angkatan laut Iran di Selat Hormuz
  • Langkah ini bukan sekadar gertakan politik, melainkan sinyal runtuhnya harapan perdamaian di jalur air paling strategis di dunia
  • Washington juga mengerahkan kapal penyapu ranjau hingga tiga kali lipat lebih banyak

 

TRIBUNSTYLE.COM - Dunia kini berada di ambang krisis besar. Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir yang sangat berbahaya setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan instruksi militer yang mengerikan. Lewat platform Truth Social pada Kamis pagi (23/4), Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk tak ragu menghancurkan unit angkatan laut Iran di Selat Hormuz.

Langkah ini bukan sekadar gertakan politik, melainkan sinyal runtuhnya harapan perdamaian di jalur air paling strategis di dunia.

Instruksi Keras: Jangan Ada Keraguan

Trump secara spesifik membidik aktivitas sabotase yang diduga dilakukan oleh pihak Teheran. Ia mengklaim sekitar 159 kapal Iran kini masuk dalam daftar target jika kedapatan memasang ranjau laut.

"Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh setiap kapal, meskipun kapal kecil, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan," tulis Trump dengan tegas.

Tak hanya perintah tembak, Washington juga mengerahkan kapal penyapu ranjau hingga tiga kali lipat lebih banyak untuk memastikan jalur urat nadi energi dunia itu tetap bersih dari ancaman.

Baca juga: Kabar Terkini Kondisi Mojtaba Khamenei, Alami Luka Bakar Hebat Area Bibir, Trump: Mereka Semua Kacau

Drama di Samudra Hindia: Penyitaan Majestic X

Suhu politik semakin mendidih setelah Pentagon merilis video dramatis. Dalam rekaman tersebut, pasukan khusus AS terlihat menyerbu dan menyita kapal tanker Majestic X di Samudra Hindia. Kapal ini dituduh membawa minyak ilegal milik rezim Iran untuk menembus blokade ekonomi.

Aksi ini memicu efek domino. Iran membalas dengan menyita dua kapal kargo dan menyerang tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Aksi saling balas di laut ini menjadi babak baru yang menyeret konflik dari sekadar retorika menjadi perang terbuka di jalur maritim global.

Dunia Terancam: Harga Minyak Meroket Tajam

Konfrontasi ini langsung menghantam stabilitas ekonomi global. Harga minyak mentah jenis Brent meroket hingga menembus angka $103 per barel hanya dalam waktu singkat.

Pasar dilanda kepanikan hebat. Mengingat Selat Hormuz adalah jalur bagi 20 persen distribusi minyak dunia, blokade total di wilayah ini berarti krisis energi berkepanjangan bagi banyak negara. Trump yang awalnya sempat menahan diri demi menjaga angka inflasi domestik, kini tampak kehilangan kesabaran setelah aset-aset internasional terus diganggu.

Baca juga: Iran Tetap Pasang Badan Meski Trump Ulurkan Gencatan Senjata: Pasukan Siaga Penuh

Diplomasi di Ujung Tanduk

Saat ini, lalu lintas komersial di Selat Hormuz praktis tidak lagi aman. Dunia kini tertuju pada upaya diplomatik terakhir yang tengah berlangsung di Pakistan.

Akankah ada keajaiban yang mampu meredam bara api ini? Ataukah perintah "tembak dan bunuh" dari Trump akan menjadi pemicu ledakan konflik skala besar yang tak lagi bisa dihindari? Semua mata kini tertuju pada cakrawala Timur Tengah yang kian memerah.

(TribunStyle.com/WartaKota.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Donald TrumpSelat HormuzIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved