Breaking News:

berita viral

Kabar Terkini Kondisi Mojtaba Khamenei, Alami Luka Bakar Hebat Area Bibir, Trump: Mereka Semua Kacau

Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang berjuang pulih dari luka fisik yang sangat serius akibat gempuran udara akhir Februari lalu, bagian bibir dan kaki

Editor: Sinta Darmastri
KOMPAS.COM/FOROUTAN via AFP
MOJTABA KHAMENEI - Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang berjuang pulih dari luka fisik yang sangat serius akibat gempuran udara akhir Februari lalu, bagian bibir dan kaki 
Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang berjuang pulih dari luka fisik yang sangat serius akibat gempuran udara akhir Februari lalu, bagian bibir dan kaki
  • Dilaporkan kehilangan salah satu kakinya dan telah melewati tiga kali prosedur operasi besar sambil menunggu pemasangan kaki prostetik
  • Trump melontarkan sindiran tajam mengenai keretakan di struktur kekuasaan Iran

 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar menggetarkan datang dari jantung pemerintahan Iran. Sang Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan tengah berada dalam persembunyian yang sangat ketat. Bukan sekadar alasan keamanan, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini dilaporkan sedang berjuang pulih dari luka fisik yang sangat serius akibat gempuran udara akhir Februari lalu.

Kondisi Fisik yang Tersembunyi

Laporan eksklusif yang dilansir Daily Mail mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi Mojtaba. Serangan udara gabungan yang menewaskan ayahnya tersebut meninggalkan bekas luka permanen pada dirinya. Mojtaba disebut menderita luka bakar hebat di area wajah dan bibir, yang membuatnya mengalami kesulitan berbicara secara normal.

Tak hanya itu, tantangan fisik yang dihadapinya jauh lebih berat. Ia dilaporkan kehilangan salah satu kakinya dan telah melewati tiga kali prosedur operasi besar sambil menunggu pemasangan kaki prostetik. Rehabilitasi intensif juga terus dilakukan untuk memulihkan fungsi tangannya melalui terapi berkelanjutan.

Baca juga: Pesan Perdana Mojtaba Khamenei Pasca-Gencatan Senjata: Capai kemenangan Melawan AS dan Israel

Kendali Negara Lewat Pesan Rahasia

Meski kondisi fisiknya hancur, kecerdasan mental Mojtaba dikabarkan tetap tajam. Di tengah ketakutan akan adanya upaya pembunuhan lanjutan, ia memilih mengisolasi diri secara total. Bahkan, para petinggi Garda Revolusi (IRGC) pun membatasi kunjungan langsung demi menghindari pelacakan intelijen asing.

Menariknya, Mojtaba memilih cara tradisional untuk menjalankan roda pemerintahan. Tanpa rekaman video maupun audio agar tidak terlihat lemah di mata publik, ia mengendalikan negara melalui jaringan kurir fisik yang membawa pesan tulisan tangan dalam amplop tersegel.

Transisi Menuju Kepemimpinan Kolektif

Kondisi Mojtaba yang tak berdaya secara fisik memaksa Iran melakukan adaptasi politik besar-besaran. Pemerintahan kini bergeser ke sistem kepemimpinan kolektif, di mana Dewan Keamanan Nasional Tertinggi bertindak layaknya Politbiro.

Dalam struktur baru ini, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf muncul sebagai sosok di garis depan, sekaligus menjadi negosiator kunci dengan pihak Barat. Namun, di balik layar, faksi garis keras masih memegang peran krusial dalam menentukan arah kebijakan strategis apakah akan melunak soal nuklir demi mengakhiri blokade Selat Hormuz atau tetap bertahan di bawah tekanan ekonomi.

Sentilan Pedas dari Washington

Situasi di Teheran tak luput dari perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataan terbarunya, Trump melontarkan sindiran tajam mengenai keretakan di struktur kekuasaan Iran.

"Mereka semua kacau. Mereka tidak tahu siapa pemimpin mereka saat ini. Kami telah melenyapkan tiga level pemimpin dan siapa pun yang berada di belakang mereka," ujar Trump pada Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa Iran kini sedang mengalami krisis otoritas yang cukup parah.

Baca juga: Sosok Mojtaba, Terpilih Gantikan Ayahnya Ali Khamenei, Harta Kekayaan Disorot, Konglomerat Properti

Masa Depan Pemimpin Bayangan

Kini dunia tertuju pada sosok Mojtaba Khamenei. Apakah sang Pemimpin Bayangan ini akan berhasil pulih dan kembali tampil dengan otoritas mutlak seperti ayahnya? Ataukah Iran akan terus bertransformasi menjadi rezim militer kolektif di tengah bayang-bayang perang Timur Tengah yang masih membara?

Satu hal yang pasti, stabilitas di Teheran saat ini sedang diuji dalam titik yang paling rapuh sepanjang sejarahnya.

(TribunStyle.com/WartaKota.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Mojtaba KhameneiDonald TrumpIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved