Breaking News:

Iran Vs AS

Kapal Kargo Iran Dicegat AS di Teluk Oman, China Ikut Geram, Beri Peringatan Keras ke Amerika

Penyitaan kapal kargo milik Iran di Teluk Oman yang dilakukan kubu Amerika Serikat memicu reaksi keras dari China.

Editor: Galuh Palupi

Ringkasan Berita:
  • China ikut geram gegara kapal kargo milik Iran dicegat AS di Teluk Oman
  • Kapal tersebut melakukan perjalanan dari Tiongkok menuju Iran
  • China langsung beri peringatan keras kepada Amerika Serikat

 

TRIBUNSTYLE.COM - Penyitaan kapal kargo milik Iran di Teluk Oman yang dilakukan kubu Amerika Serikat memicu reaksi keras dari China.

Juru Bicara Kemlu China, Guo Jiakun dalam konferensi pers pada Senin (20/4/2026) memberi peringatan keras pada AS dan sekutunya agar tidak membuka konflik baru.

Sebelumnya, kapal kontainer Touska milik Iran dicegat di Teluk Oman.

Kapal tersebut merupakan kapal dagang yang melakukan perjalanan dari Tiongkok ke Teluk Iran.

Karenanya, China ikut meradang atas tindakan AS mencegat kapal tersebut.

Guo Jiakun lantas mendesak semua pihak untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata.

Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, AS Dituding Langgar Kesepakatan Negosiasi

"Situasi di Selat Hormuz sensitif dan rumit," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dilansir Reuters.

PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Jatim soal kemurkaan China karena kapal Iran dicegat AS di Teluk Oman
PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Jatim soal kemurkaan China karena kapal Iran dicegat AS di Teluk Oman (YouTube/Tribun Jatim)

Guo menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam eskalasi harus menciptakan kondisi yang untuk mengamankan selat Hormuz.

Terpisah, kecaman keras China juga disampaikan terhadap AS atas latihan militer gabungan AS.

Guo Juakun menegaskan, latihan militer gabungan AS, Filipina, dan Jepang tak boleh memprovokasi negara di kawasan, terutama China.

Ia menekankan kerja sama militer antar negara tidak boleh merusak rasa saling pengertian dan kepercayaan di antara negara sekitar.

"Yang paling dibutuhkan kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenangan, dan yang paling tidak dibutuhkan adalah masuknya kekuatan eksternal untuk menciptakan perpecahan dan konfrontasi," kata Guo, seperti dikutip Reuters.

Guo menegaskan bahwa semua tindakan di luar keamanan yang ada, akan menjadi boomerang bagi mereka sendiri.

"Kami ingin mengingatkan negara-negara terkait bahwa mengikat diri secara membabi buta atas nama keamanan sama dengan bermain api, yang pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri," lanjutnya, saat merespons pertanyaan tentang latihan militer tersebut.

Halaman 1/2
Tags:
IranChinaAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved