Namun S tak terlihat saat penggeledahan dilakukan.
"Ndak (Ada). (S) sudah ditahan," tuturnya.
Baca juga: TAK Kunjung Ditangkap & Korban Malah Dipenjara, IPW Minta Densus 88 Kejar Si Kembar Rihana Rihani
Saat itu, ada banyak polisi yang berjaga.
Dia menyebut terdapat sekitar 8 kendaraan roda empat yang mendatangi rumah S.
Selama penggeledahan itu, Ngadino menunggu di luar rumah.
"Setelah Magrib saya diajak ke rumahnya. Kalau masuk ke rumah tidak, karena ruangannya sempit," tuturnya.
Seorang Penjahit dan Jarang Bergaul
Ngadino mengatakan S, warga yang ditangkap Densus 88 berprofesi sebagai penjahit jas.
"Keseharian itu jahit jas," katanya.
Dia mengatakan keluarga S semuanya berprofesi sebagai penjahit jas.
Mulai dari bapaknya dan saudaranya juga berprofesi sebagai tukang jahit.
"Bapaknya (S) itu penjahit. Terus ngajarin (jahit) anak yang pertama terus sampai anak-anak yang lain," katanya.
Ngadino mengatakan S dikenal warga sebagai orang yang tertutup dan jarang bergaul dengan masyarakat.
Bahkan jarang terlihat.
"Orangnya tertutup. Tidak seperti kita-kita masyarakat biasa gitu," pungkasnya.
Diolah dari artikel Kompas.com