Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pandemi

PERINGATAN Bahaya Konsumsi Ivermectin Untuk Pasien Covid-19, CDC: Obat yang Tidak Diizinkan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) peringatkan penggunaan ivermectin untuk mengobati pasien Covid-19.

Dari data perusahaan untuk bulan Agustus, sejauh ini mereka telah melihat 20 kali rata-rata peningkatan penulisan resep disbanding pada tahun 2019.

Selain CDC, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga telah memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan ivermectin untuk mengobati Covid-19.

“Kamu bukan kuda. Kamu bukan sapi. Serius, untuk semua orang. Hentikan (ivermectin untuk Covid-19,” tulis FDA dalam akun Twitternya.

Dikatakan CDC, panggilan ke pusat kendali racun telah meningkat tiga kali lipat, jika dibandingkan dengan jumlah panggilan terkait obat sebelum pandemi.

Beberapa contoh panggilan tersebut di antaranya, seorang dewasa yang ingin mencegah Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit selama sembilan hari setelah meminum susu formula sapi.

Ada lagi orang lainnya yang membeli pil secara online untuk mengobati infeksi Covid-19, dan membuat mereka dirawat di rumah sakit setelah minum lima tablet sehari selama lima hari.

CDC mengingatkan para dokter, bahwa ivermectin tidak diizinkan atau disetujui untuk digunakan pada pasien Covid-19.

Memang ada dokter yang menyelidiki kemungkinan itu, tetapi uji klinis obat ivermectin tersebut menghasilkan bukti yang tidak cukup untuk mengobati Covid-19.

Para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak uji klinis untuk melihat, apakah itu benar-benar bekerja untuk mengobati penyakit.

Overdosis obat ivermectin dapat menyebabkan masalah perut, kerusakan saraf, kejang, disorientasi, koma, dan kematian. (Anjar Saputra/GridHealth)

Artikel ini pernah tayang di GridHealth berjudul Akibat Konsumsi Ivermectin Untuk Covid-19, Banyak Orang Alami Penyakit Parah, CDC Berikan Peringatan

Simak artikel terkait penyembuhan Covid-19 lainnya di sini