Pandemi

KENALI 10 Gejala Covid-19 Varian Delta pada Anak-anak, dari Sakit Perut hingga Selera Makan Hilang

Gejala Covid-19 varian Delta pada anak-anak.

TRIBUNSTYLE.COM - Kenali gejala Covid-19 varian Delta yang terjadi pada anak-anak, ada sakit perut hingga hilangnya selera makan.

Meningkatnya kasus Covid-19 akibat sebaran varian baru Covid-19 seperti varian Delta, rupanya tak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak.

Hal ini lantaran masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Diketahui, varian Delta lebih menular dan diperkirakan akan memicu wabah di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Kendati demikian, data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan, tingkat rawat inap dan risiko penyakit parah belum meningkat di antara anak-anak.

Gejala varian Delta pada anak-anak. (Freepik)

Baca juga: Mengapa Covid-19 Varian Delta Jauh Lebih Menular Ketimbang Virus Corona? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Wabah Virus Corona Varian Delta, Lindungi Diri & Keluarga di Masa Pandemi

Hal ini sontak membuat para ahli ternganga, pasalnya, masih banyak anak-anak yang tertular varian baru Covid-19 tersebut.

Berdasarkan data American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak masih memiliki risiko rendah sakit parah akibat Covid-19.

Data terbaru menunjukkan bahwa anak-anak menyumbang sekitar 1,3 hingga 3,6 persen dari total rawat inap yang dilaporkan, dan sekitar 0,1 hingga 1,9 persen dari semua kasus COVID-19 pada anak-anak mengakibatkan rawat inap.

"Rawat inap tidak meningkat pada anak-anak sebagai akibat dari varian Delta, sehingga mereka tampaknya masih berisiko rendah Covid-19 bahkan dengan varian ini," kata Dr. Monica Gandhi, spesialis penyakit menular dari University of California, San Francisco. 

Meski begitu, spesialis penyakit menular sekaligus profesor kedokteran dan pediatri di Yale Medicine, Richard Martinello bahwa meskipun anak-anak memiliki risiko lebih rendah, sebagian kecil anak-anak mengalami komplikasi, seperti sindrom inflamasi multisistem (MIS-C).

Halaman
123