Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Menderita Flu Akibat Alergi, Covid-19 atau Lainnya? Ini Kuncinya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Waspada pilek dan flu di tengah Covid-19

Reporter: Putri Asti

TRIBUNSTYLE.COM - Virus influenza manusia alias flu sangat menular dan menyebar melalui sistem pernapasan, hidung, dan tenggorokan.

Hal ini dapat menyebabkan gejala flu klasik seperti batuk, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.

Tetapi banyak gejala mirip flu dapat tumpang tindih dengan kondisi lain seperti: flu biasa, alergi, dan COVID-19.

Ada beberapa tips untuk membedakan mana flu biasa atau disebabkan covid-19.

Melansir dari insider berjudul How to tell if you have the flu, COVID-19, allergies, or something else, inilah tips untuk menentukan apakah kamu menderita flu, atau penyakit yang lainnya.

Baca juga: 5 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihindari karena Bikin Rentan Terserang Flu dan Pilek, Termasuk Gigit Kuku

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Waspada Serangan Flu, Sebaiknya Hindari 5 Hal Ini karena Bisa Tingkatkan Risiko

Gejala flu

Gejala flu yang paling umum meliputi:

Waspada pilek dan flu di tengah Covid-19 (Science News, Shutterstock)

- Pegal-pegal

- Panas dingin

- Batuk

- Kelelahan

- Demam

- Sakit kepala

Gejala flu yang kurang umum meliputi:

- Muntah

- Diare

- Hidung tersumbat

- Bersin

- Sakit tenggorokan

Penting untuk dicatat bahwa gejala dapat sedikit berbeda dari orang ke orang.

Tetapi jika itu flu, semua orang mengalami gejala khas itu.

Bagaimana saya tahu jika saya terkena flu?

Ilustrasi (broadgategp.co.uk)

Gejala adalah awal yang baik untuk mencari tahu apakah kamu menderita flu atau sesuatu yang lain.

Berikut bagan yang membandingkan flu dengan penyakit umum lainnya, termasuk virus corona baru.

Bagan perbedaan flu dengan penyakit lainnya (Insider)

Namun, satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah itu flu adalah tes usap hidung atau tenggorokan.

Jika kamu baru saja divaksinasi flu dan mengalami gejala mirip flu, kemungkinan kamu terkena flu masih ada.

Karena kamu masih bisa terkena flu setelah suntikan flu, meskipun kemungkinan akan lebih rendah.

Baca juga: KASUS Covid-19 di Kudus Melonjak 5 Kali Lipat, Satgas Penanganan Covid: Berawal dari Tradisi Kupatan

Baca juga: HAMIL 7 Bulan, Perawat Ini Meninggal Bersama Bayi Dalam Kandungan, Terpapar Covid-19 dari Pasien

Orang mengira mereka terkena flu, tetapi mereka sakit dengan sesuatu yang sama sekali lain.

Misal infeksi jamur, pneumonia bakteri, atau bahkan serangan jantung.

Dan jika kamu mengalami muntah atau diare selama 24 jam, itu bukanlah flu biasa.

Segera periksakan diri ke dokter.

Orang yang berisiko tinggi terkena flu

Ilustrasi (familyshare.com)

Flu dapat menginfeksi siapa saja, tetapi ada populasi tertentu yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi.

Seperti meliputi:

- Lansia di atas usia 65

- Orang dengan diabetes

- Orang dengan penyakit jantung atau hipertensi

- Anak-anak

- Wanita hamil

Wanita hamil dianggap sebagai kelompok flu berisiko tinggi, oleh karena itu mereka harus mendapatkan suntikan flu.

Flu pada trimester ketiga meningkatkan risiko persalinan dini dan membuat wanita lebih mungkin menyebarkan virus ke bayi yang baru lahir.

Apa yang harus dilakukan jika merasa flu datang?

Jika kamu merasa terkena flu, tetap di rumah dan hindari kontak dengan orang lain karena flu sangat menular.

Kebanyakan orang, yang dinyatakan sehat, tidak perlu mencari perawatan medis untuk gejala mereka.

Sebaliknya, santai saja, istirahat, jadwalkan ulang rencana, dan datangi rumah sakit.

Kamu akan mulai merasa lebih baik dalam satu sampai dua minggu.

Jika kamu berada di sekitar individu yang berisiko tinggi seperti bayi baru lahir atau kakek-nenek, mungkin bermanfaat untuk melakukan tes.

Karena flu sangat menular, mengetahui apakah kamu mengidapnya atau tidak dapat membantu mencegah penyebarannya. (TribunStyle.Com/Putri Asti)

#flu #covid-19