TRIBUNSTYLE.COM - Varian baru virus corona makin menyebar, hingga kini total ada tujuh negara yang sudah terinfeksi, termasuk yang terbaru: Swedia.
Belum selesai penanganan Covid-19, kini muncul varian baru virus corona.
Seperti apa penyebaran varian baru virus corona ini?
Baca juga: 3 Provinsi Nihil Kasus Baru Covid-19, Simak UPDATE Virus Corona Nasional Minggu 27 Desember 2020
Baca juga: Masih Pandemi Virus Corona, Putra Mahkota Arab Saudi Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Videonya
Dilaporkan varian baru virus corona yang beredar di Inggris, makin menyebar ke beberapa negara.
Terbaru, varian baru virus corona yang kabarnya memiliki tingkat penularan lebih cepat itu, telah terdeteksi di Swedia.
Ini diketahui setelah seorang pelancong dari Inggris jatuh sakit pada saat datang ke Swedia dan dinyatakan positif mengidap corona, kata Badan Kesehatan Swedia, Sabtu (26/12).
Seperti dikutip Reuters, pejabat Badan Kesehatan Swedia Sara Byfors mengatakan, turis yang tidak diidentifikasi namanya itu telah diisolasi setelah tiba di Swedia dan sejauh ini tidak ada kasus positif lebih lanjut yang terdeteksi.
Varian baru virus corona dianggap lebih dapat ditularkan daripada virus corona beredar saat ini.
Swedia memberlakukan pembatasan perjalanan awal bulan ini pada penumpang dari Inggris di tengah kekhawatiran atas varian tersebut.
Tindakan serupa telah diambil oleh beberapa negara lain di Uni Eropa dan di seluruh dunia.
Sebelumnya, varian baru virus corona ini juga telah ditemukan di Singapura, Jepang, Prancis, Afrika Selatan dan Nigeria.
Varian baru lain dari virus corona yang muncul di Nigeria, diperlukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebarannya.
Penemuan ini dapat menambah peringatan baru dalam pandemi corona setelah varian serupa dari virus SARS-CoV-2 yang kabarnya 70% lebih mudah menular diumumkan di Inggris dan Afrika Selatan, yang membuat adanya pembatasan perjalanan internasional dan tindakan lain saat dunia memasuki musim liburan.
"Ini adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan Afrika Selatan," kata John Nkengasong, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) kepada wartawan seperti dikutip Al Jazeera.
Nkengasong mengatakan, CDC Nigeria dan Pusat Genomik Penyakit Menular di negara itu akan menganalisis lebih banyak sampel varian baru virus corona.