Pertama, pemerintah melalui Bio Farma menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech.
Kedua, pemerintah mengadakan vaksin dalam negeri yang disebut vaksin merah.
Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bio Farma dan lembaga Eijkman Institute.
Dilansir dari Kompas.com, 28 November 2020, Sekretaris Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, sebanyak 1.620 relawan uji klinis tahap tiga vaksin Sinovac telah disuntik.
2. Astra Zeneca
Vaksin yang diujicoba oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan vaksin virus corona memiliki efektivitas rata-rata 70 persen.
Vaksin ini juga dianggap mudah untuk didistribusikan, karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.
AstraZeneca membuat vaksin dari versi lemah virus flu biasa dari simpanse yang telah dimodifikasi tidak tumbuh pada manusia.
3. Sinovac
Sinovac memiliki kandidat vaksin virus corona yang diberi nama CoronaVac.
Vaksin ini memakai versi non-infeksi dari virus corona untuk memicu respon imun.
Pada 17 November, hasil uji coba Sinovac yang terbit di The Lancer disebutkan bahwa vaksin ini aman.
Akan tetapi, vaksin ini menghasilkan respon imun yang moderat dengan tingkat antibodi tak lebih tinggi dari antibodi yang dihasilkan yang oleh pasien yang sembuh dari Covid-19.
4. Moderna
Vaksin virus corona yang diproduksi oleh Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen.