Virus Corona

Benarkah Indonesia Sudah Kena Virus Corona Tapi Tak Terdeteksi? Profesor Ini Bongkar Alasan Cemas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang warga mengenakan masker dan kantong plastik di luar supermarket Wuhan, Hubei , China, untuk menghindari virus corona pada (10/2/2020).

Ia mengatakan pemerintah harus segera bertindak dan menetapkan kebijakan mengenai kenaikan harga sebesar 30% diatas harga normal.

Masker N95. (Lazada)

Sudaryatmo juga meminta agar diberikan sanksi pada siapa saja yang melanggar kebijakan tersebut.

Media di Singapura, mothership juga menuliskan artikel soal harga masker di Indonesia.

Meskipun hingga artikel tersebut diterbitkan pada Rabu (12/2/2020) Indonesia belum mengonfirmasi kasus virus corona, masyarakat ramai-ramai membeli masker N95.

Selain Straits Time dan mothership, media Reuters juga tutur menyoroti kenaikan harga masker di Indonesia.

Reuters menuliskan harga masker di Indonesia telah naik sebanyak 10 kali lipat dari harga normal.

Menurut Kepala YLKI, kenaikan harga terjadi karena ada oknum-oknum yang menimbun masker.

Hand sanitzer (tqn.com)

Harga Bawang Putih dan Hand Sanitizer juga Melonjak

Wabah virus corona memicu harga barang kebutuhan pokok hingga sejumlah barang perlengkapan medis melambung.

Indonesia banyak mengimpor bawang putih dari China, tempat virus corona pertama kali merebak.

Menurut data Biro Pusat Stastistik (BPS) tahun 2019, realisasi impor bawang putih sebesar 465.340 ton atau senilai 529,97 juta dollar AS.

Sekitar 90 persen dari angka itu dipenuhi dari China.

Pemerintah menutup sementara impor bawang putih dari China karena beredarnya isu virus corona.

Hal itu langsung memengaruhi harga bawang putih di pasaran.

Direktur Kebijakan Persaingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Taufik Ahmad mengatakan, harga bawang putih sudah mulai melambung sejak 2 Januari 2020.

Kini harga bawang putih di pasar mencapai Rp 80.000 per kilogram.

Mulai 2 Januari sampai 12 Februari 2020 terjadi lonjakan harga yang signifikan dari Rp 35.000 menjadi Rp 55.000 - Rp 60.000 per kg.

Kemudian naik terus ke harga Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kg.

Tak hanya itu, harga hand sanitizer atau cairan pencuci tangan juga melonjak drastis.

Harga hand sanitizer yang berukuran 500 ml kini mencapai Rp 150.000 per botol.

Bawang putih(Freepik)

"Normalnya itu Rp 35.000 per botol. Kalau yang ukuran 50 ml sekarang Rp 30.000 per botol, normalnya Rp 13.000 per botol."

"Tapi yang paling dicari orang yang ukuran 500 ml," kata Deby, penjual perlengkapan medis di Pasar Pramuka.

Menurut Deby, kenaikan harga hand sanitizer sudah berlangsung sekitar satu bulan sejak ramainya kasus virus corona.

Deby menambahkan, saat ini para pembelinya minimal membeli 10 botol hingga 20 botol hand sanitizer.

Peningkatan penjualan hand sanitizer itu membuat penjual kini sulit mendapatkan stok baru karena sudah langka di distributor.

"Peminatnya banyak sejak virus corona itu, sekarang stoknya juga sulit."

"Aku susah carinya, dari distributornya langka, jadi berebutan sama penjual lain," ujar Deby.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Kompas.com/Dean Pahrevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Media Asing Soroti Mahalnya Harga Masker di Indonesia, Lebih Mahal Ketimbang Emas.

• Pemakaman Kilat Korban Corona di China, Kantong Jenazah Dilarang Dibuka Hingga Lewati Jalur Khusus

• Jatuh Korban Tewas Virus Corona di Thailand, Singapura, Benarkah Indonesia Nihil? WHO Bongkar Fakta