"Dengan peningkatan ketahanan dan kepercayaan diri, seseorang cenderung merasa lebih aman dan mampu mengendalikan situasi mereka," kata Peter Vitaliano, profesor ilmu psikiatri dan perilaku di School of Medicine University of Washington.
Allison Berwald, pekerja sosial bersertifikat di New York, mengatakan bahwa menggunakan stres untuk menghadapi ketakutan dan tantangan, dapat membantu Anda mengatasi masalah dibanding menghindarinya.
Jika berhasil menghadapi satu ketakutan, maka Anda lebih ahli menanganinya jika itu muncul lagi.
Memperkuat ikatan
Salah satu manfaat stres yang tidak diduga adalah bahwa ia dapat membantu membangun hubungan intrapersonal yang menjadi kunci kesehatan secara keseluruhan.
"Hubungan sosial merupakan salah satu faktor protektif melawan masalah fisik dan mental," kata Gunthert.
Ketika seseorang merasa dicintai dan dipahami oleh orang lain, ia tidak merasa terisolasi dan sendiri.
Kelompok pendukung misalnya, merupakan tempat terbaik bagi orang-orang yang ingin berbagi cerita tentang stres yang mereka alami.
Menurut Vitaliano, dengan saling membuka diri, orang-orang akan merasa lebih baik karena merasa terhubung dengan penderitaan orang lain dan sama-sama menguatkan.
Artikel ini telah tayang di Nationalgeographic.co.id dengan judul Tidak Selalu Merugikan, Stres Ternyata Juga Ada Manfaatnya.
BACA JUGA:
• Termasuk Stress & Merokok, Ini 5 Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes di Usia Muda
• 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Menaikkan Kadar Gula Darah, dari Stres hingga Sering Bermalas-malasan