Breaking News:

Berita Viral

Layani Banyak Majikan, TKW di Amerika Ini Dibayar Rp100 Juta per Bulan, Sehari Kerja 6 Jam

Inilah kisah Tatik Wuryanti alias Eva, wanita asal Ponorogo Jatim yang jadi TKW di Amerika Serikat. Ia bekerja jadi ART, raup Rp100 juta per bulan.

Tayang:
YouTube VOA Indonesia
Inilah kisah Tatik Wuryanti alias Eva, wanita asal Ponorogo Jatim yang jadi TKW di Amerika Serikat. Ia bekerja jadi ART, raup Rp100 juta per bulan. 

Meski anaknya memiliki ibu seorang pekerja migran, tapi sang anak tetap dapat sukses mewujudkan cita-cita.

Anak pertama Susmiati kini jadi jaksa.
Anak pertama Susmiati kini jadi jaksa.

Ia yakin peluh keringatnya akan berbuah manis dengan kegigihan sang anak sulung.

Terbukti, pada November 2017 anaknya lulus dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

"Abis lulus 2018 seleksi Pegagai Negeri Sipil (PNS). Dari 10.000 pendaftar dia masuk 400 besar dan Alhamdulillah keterima jadi jaksa. Mungkin dia satu-satunya jaksa di kampung saya," ungkapnya.

Susmiati mengaku sangat bangga dengan keberhasilan anaknya.

Meski tidak mendampingi tumbuh kembangnya secara langsung, tapi anaknya berhasil.

"Suatu kebangaan walau ibu seorang TKI, tapi anak bisa ngangkat derajat orangtua. Saya bangga anak bisa sampai titik itu. Anak juga bangga, sekarang enggak minder kalau anak TKI juga bisa jadi jaksa," lanjutnya.

Begitu diterima, pada dua tahun pertama anak sulungnya langsung ditugaskan di Tolitoli Sulawesi Tengah.

Baca juga: Tinggal Tulang Nasib Seorang TKI di Jepang, Ditemukan Dalam Koper Setelah 2 Tahun Menghilang

Kemudian dipindahtugaskan ke Tarakan, Kalimantan Utara dua tahun berikutnya.

Selanjutnya untuk hidangan pendamping pertunjukkan, penonton disuguhi sup ayam jamur dengan kuah kaldu ayam beraroma jahe.

Lalu ditutup dengan semangkuk kecil es cincau segar.

Menu itu cukup membawa penonton larut dalam kisah Susmiati.

Tema “Momen Larut Malam” itu sengaja dipilih untuk mendobrak kebiasaan orang Taiwan yang melarang sajian makanan saat pementasan teater.

Lebih lanjut, kini Susmiati masih harus menyekolahkan tiga anaknya. Anak bungsunya masih duduk di bangku kelas 1 SD, lalu kelas 5 SD, dan kelas 3 SMK.

Untuk itu, meski tidak lagi berusia muda, ia berencana kembali merantau ke luar negeri agar bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.

"Iya ini kan itungannya saya eks pekerja migran, jadi memang bisa kembali sebelum 50 tahun," ujarnya.

Baca juga: HARU Uya Kuya Pulangkan 7 TKI Ilegal dari Malaysia, Salah Satunya Diantar ke Bondowoso: Kita Pulang

Selama ini ia mengaku beruntung mendapat majikan yang baik.

Ia bahkan dianggap seperti keluarga dan dicari saat telah berpindah kerja ke Taiwan.
Karena itu ia merasa pekerjaan lamanya patut dijalani lagi demi anaknya.

"Anak saya yang SKK kelas 3 itu cita-citanya jadi desainer busana, kalau gambar bagus-bagus sekali," imbuhnya.

Ia bertekad agar semua cita-cita anaknya bisa terwujud sampai akhir.

Suaminya pun mendukung niat baiknya tersebut.

Kini ia tengah bersiap untuk memulai kembali pada pekerjaan lamanya.

Susmiati, mengungkapkan apresiasi kepada sutradara Kun Ming Li, yang telah mengakat kisahnya dalam film pendek dan memberinya panggung untuk pertunjukkan teater.

Ia berharap para pekerja migran dapat lebih dihargai keluarga dan masyarakat.

Bukan dilihat sebagai bentuk mengabaikan anak karena mereka berkorban mempertaruhkan hidupnya demi keluarga bisa hidup lebih baik.

(TribunStyle.com/Febriana)( Kompas.com )

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 4/4
Tags:
asisten rumah tanggaTatik WuryantiTKWAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved