Breaking News:

berita viral

Menteri PPPA Usul Posisi Gerbong Wanita Dipindah, Dirut KAI: Memiliki Hak Perlindungan yang Setara

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, angkat bicara mengenai prinsip dasar keselamatan yang dianut pihaknya, memiliki hak perlindungan yang setara.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kompas.com/Nurpini/Ridho Danu Prasetyo
DIRUT KAI - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, angkat bicara mengenai prinsip dasar keselamatan yang dianut pihaknya, memiliki hak perlindungan yang setara. 
Ringkasan Berita:
  • Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, angkat bicara mengenai prinsip dasar keselamatan yang dianut pihaknya, memiliki hak perlindungan yang setara
  • Arifah menyarankan agar posisi gerbong khusus wanita yang selama ini berada di ujung rangkaian dipindahkan ke bagian tengah
  • Wacana ini mencuat setelah kecelakaan maut pada Senin (27/4/2026) yang merenggut 15 nyawa

 

TRIBUNSTYLE.COM - Tragedi memilukan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur memicu diskusi panjang mengenai standar keamanan transportasi publik. Menanggapi usulan relokasi gerbong khusus, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, angkat bicara mengenai prinsip dasar keselamatan yang dianut pihaknya.

Bobby menegaskan bahwa dalam aspek keamanan, PT KAI tidak pernah menarik garis pemisah antara penumpang perempuan maupun laki-laki. Baginya, setiap nyawa yang berada di atas rel memiliki hak perlindungan yang setara tanpa memandang gender.

Jawaban Atas Usul Menteri PPPA

Pernyataan tegas ini muncul sebagai respons terhadap usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. Sebelumnya, Arifah menyarankan agar posisi gerbong khusus wanita yang selama ini berada di ujung rangkaian dipindahkan ke bagian tengah. Sementara itu, area depan dan belakang kereta disarankan untuk diisi oleh penumpang laki-laki atau umum.

Wacana ini mencuat setelah kecelakaan maut pada Senin (27/4/2026) yang merenggut 15 nyawa, di mana dampak fatalitas terbesar dialami oleh penumpang di gerbong wanita yang berada di posisi paling ujung.

"Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransi sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan laki-laki dan perempuan," ujar Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Heboh Gerbong Wanita Dipindah, AHY Buka Suara: Fokus Kami Transportasi Aman, Nyaman, dan Selamat!

Kenyamanan vs Risiko Kecelakaan

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa penempatan gerbong khusus perempuan di ujung rangkaian awalnya didesain untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penumpang wanita. Namun, peristiwa di Bekasi Timur memberikan perspektif baru bagi pemerintah.

Menteri Arifah Fauzi, setelah meninjau langsung kondisi para korban, menilai bahwa posisi ujung rangkaian memang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi benturan dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Dengan memindahkan kelompok rentan ke tengah, diharapkan angka fatalitas jika terjadi musibah serupa dapat ditekan.

Meskipun perdebatan mengenai posisi gerbong ini mulai memanas, Arifah menekankan bahwa ide tersebut masih berupa usulan awal yang disampaikan kepada manajemen KAI. Saat ini, otoritas terkait masih memusatkan seluruh energi pada proses evakuasi serta pemulihan para korban yang terdampak.

Di sisi lain, perintah Presiden untuk memperbaiki 1.800 pelintasan sebidang menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi total terhadap sistem perkeretaapian nasional sedang berjalan demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Dirut KAIMenteri PPPAgerbong
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved