Breaking News:

Berita Viral

Layani Banyak Majikan, TKW di Amerika Ini Dibayar Rp100 Juta per Bulan, Sehari Kerja 6 Jam

Inilah kisah Tatik Wuryanti alias Eva, wanita asal Ponorogo Jatim yang jadi TKW di Amerika Serikat. Ia bekerja jadi ART, raup Rp100 juta per bulan.

Tayang:
YouTube VOA Indonesia
Inilah kisah Tatik Wuryanti alias Eva, wanita asal Ponorogo Jatim yang jadi TKW di Amerika Serikat. Ia bekerja jadi ART, raup Rp100 juta per bulan. 

Setelah kurang lebih 10 tahun, pada 2012 ia baru kembali ke pelukan anak-anak kesayangannya.

"Dulu anak pertama ditinggal dari kelas 3 SMP buat kerja ke Singapura, Hongkong, Taiwan, selama 10 tahun," tutur Susmiati kepada Kompas.com, Sabtu (17/6/2023) malam.

Ibu tiga anak itu menceritakan kisah pengorbanannya di perantauan dalam pementasan teater "Momen Larut Malam X Rasa Taiwan" di Soesmans Kantoor, Kota Lama Semarang.

Belasan penonton menyimak kisah sehari-hari Susmiati bekerja sebagai buruh, dan caranya tetap menjalin komunikasi dengan keluarga.

Susmiati merupakan pekerja migran asal Desa Gumelar, Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Susmiati merupakan pekerja migran asal Desa Gumelar, Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (via Tribunnews.com)

Ia memperagakan bagaimana anaknya yang selalu merindukannya dan memintanya untuk pulang.

Namun dirinya tetap kukuh dan saling menguatkan bila pengorbanan itu ia lakukan demi masa depan mereka yang lebih baik.

"Saya enggak pengen mereka cuma sekolah sampai SMP kaya saya. Saya harus mengambil keputusan besar agar masa depan mereka lebih baik," lanjutnya.

Sembari menyimak kisahnya, Trouble Team menyuguhkan sejumlah menu otentik Taiwan agar para penonton menyelami pengalaman Susmiati.

Mulai dari roti tawar dengan taburan butter. Lalu sesi kedua, bubur Taiwan dengan lauk irisan fermentasi rebung, mentimun, dan tahu Taiwan.

Baca juga: PILU TKI di Malaysia Disetrika oleh Majikan, Teriak Kesakitan hingga Tetangga Dengar, Nasibnya Miris

Kemudian Susmiati melanjutkan berbagi pengalamannya.

Saat anak pertamanya lulus SMA, ia sempat terkejut dengan keinginan sang putra untuk menempuh studi di jurusan Hukum.

"Pas lulus SMA dia bilang mau kuliah hukum, saya sempat ragu, kan di pikiran saya pekerjaan lulusan hukum kurang menjanjikan, tapi kemudian anak menjelaskan kalau ini yang dia inginkan dan dia bisa sukses nantinya," tuturnya.

Dengan membanting tulang di perantauan, perempuan itu pun menaruh harapan dan kepercayaan penuh pada cita-cita anaknya.

Ia terus menyemangati sang anak untuk studinya.

Dengan begitu anaknya tidak perlu minder dengan teman-temannya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/4
Tags:
asisten rumah tanggaTatik WuryantiTKWAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved