Breaking News:

Berita Viral

Gaza Terus Dibom, Pendudukan Israel Terus Berlanjut, Yerusalem Semakin Dipadati Pemukiman Yahudi

Gaza terus dibom, namun perluasan hunian israel jalan terus, bakal bangun 1.738 unit permukiman di Yerusalem.

Editor: Dhimas Yanuar
MAHMUD HAMS / AFP
Warga Palestina mengevakuasi jenazah dari sebuah bangunan yang menjadi sasaran pemboman Israel di Kota Gaza pada 11 Mei 2021. Israel melancarkan serangan udara mematikan di Gaza sebagai tanggapan atas rentetan roket yang ditembakkan oleh gerakan Islam Hamas di tengah kekerasan yang meningkat yang dipicu oleh kerusuhan di Kompleks Masjid Al Aqsa Yerusalem. 

TRIBUNSTYLE.COM - Peperangan Israel-Hamas di Gaza, Palestina membuat Yerusalem memanas.

Pendudukan Israel atas kota suci Yerusalem semakin meluas, daerah yang seharusnya netral itu bergejolak.

Salah satunya adalah karena pemerintah pendudukan Israel telah menyetujui pembangunan 1.738 unit permukiman di tenggara Yerusalem yang mereka duduki.

Polisi perbatasan Israel di Gerbang Singa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/3/2020).
Polisi perbatasan Israel di Gerbang Singa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/3/2020). (AFP/MENAHEM KAHANA)

Informasi itu dilansir kelompok hak asasi manusia Israel, Peace Now.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situsnya, Peace Now mengatakan keputusan Israel itu akan secara efektif menutup koridor terakhir yang menghubungkan lingkungan Palestina di Beit Safafa dan Sharafat dengan seluruh Yerusalem Timur.

”Rencana yang disetujui pada 29 November itu mencakup 1.230 unit hunian, 262 unit rumah khusus, dan 246 unit apartemen kecil," jelas Peace Now.

“Meskipun sekitar setengah dari wilayah yang direncanakan berada di luar Jalur Hijau, dan sekitar setengahnya berada di dalam Jalur Hijau, lokasinya yang strategis antara lingkungan Givat Hamatos dan Har Homa menjadikannya sangat bermasalah dari sudut pandang politik,” papar lembaga dari Israel tersebut.

Rencana ini menimbulkan tantangan besar terhadap kemungkinan terciptanya rangkaian perkotaan Palestina di Yerusalem Timur dan menghalangi hampir semua koneksi perkotaan antara Betlehem dan Yerusalem Timur.

Baca juga: NYESEK Jurnalis Al Jazeera Kehilangan 22 Anggota Keluarga Imbas Serangan Israel, Ortu hingga Ponakan

Peace Now menjelaskan, perluasan permukiman Israel ini disetujui ketika dunia menyaksikan genosida yang terjadi di Gaza.

“Diskusi mengenai persetujuan rencana pembangunan lingkungan baru di Yerusalem Timur selama perang Gaza sejalan dengan tren yang lebih luas yaitu memajukan rencana tambahan (permukiman) di Yerusalem Timur dengan kedok inisiatif masa perang,” kata Peace Now.

Peta yang dibuat oleh Peace Now menunjukkan wilayah yangd sietujui Israel untuk dibangun unit pemukiman ilegal tambahan di Yerusalem Timur yang mereka duduki. Persetujuan Israel ini diketok pada 29 November 2023, menghalangi satu-satunya penghubung antarlingkungan di Palestina.
Peta yang dibuat oleh Peace Now menunjukkan wilayah yangd sietujui Israel untuk dibangun unit pemukiman ilegal tambahan di Yerusalem Timur yang mereka duduki. Persetujuan Israel ini diketok pada 29 November 2023, menghalangi satu-satunya penghubung antarlingkungan di Palestina. (Tangkap Layar/Peace Now)

Resolusi PBB dan hukum internasional menyatakan bahwa pemukiman di wilayah pendudukan adalah ilegal, dan banyak negara dan kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa hal tersebut merupakan hambatan bagi pembentukan negara Palestina.

....

Ketegangan antara Hamas-Israel di Palestina semakin merajalela.

Kali ini polisi Israel menutup masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem, mencegah jemaah Muslim masuk.

Berdasarkan lapor kantor berita negara Palestina (WAFA) pada hari Selasa (24/10/2023), mengutip departemen Wakaf Islam menyebut juga bahwa umat Yahudi masih boleh masuk.

Masjid Al Aqsa - Dome of The Rock.
Kompleks Masjid Al Aqsa, foto Dome of The Rock atau kubah batu. (aljazeera.com)
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Tags:
berita viral hari iniGazaYerusalemIsrael
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved