Breaking News:

Sejarah Hari Ini, Mengenang Tan Malaka, Pahlawan yang Tewas di Moncong Senjata Bangsanya Sendiri

Sejarah hari ini, mengenang sosok Tan Malaka, pahlawan berjuluk Bapak Republik yang meninggal 21 Februari 1949.

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Delta Lidina Putri
Kompas.com/M. Agus Fauzul Hakim
Mengenang Tan Malaka yang meninggal 21 Februari 1949, Pahlawan Nasional yang meninggal dieksekusi bangsanya sendiri. 

Karena itulah, ia disebut sebagai Bapak Republik Indonesia.

Madilog dan Gerpolek, keduanya acapkali dianggap merupakan karya penting dari Tan Malaka.

Semua karya Tan Malaka dan permasalahannya dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia pada masa itu.

Semasa hidupnya, Tan Malaka kerap menjadi buronan Belanda.

Oleh sebab itu, keberadaannya sangat misterius, dan kerap menyamar guna menyembunyikan identitas.

Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno, 28 Maret 1963, menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional.

Makam Tan Malaka.
Makam Tan Malaka. (Kompas.com/M. Agus Fauzul Hakim)

Meninggal di Moncong Senjata Tentara Indonesia

Tan Malaka sempat bersaing memperebutkan kekuasaan dengan Presiden Soekarno.

Akan tetapi, Soekarno berhasil mengunggulinya dengan membawa Soetan Sjahrir sebagai perdana menteri.

Karena itu ia dijebloskan ke dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun.

Tan Malaka meninggal di Kediri, Jawa Timur, pada 21 Februari 1949.

Seorang sejarawan Belanda, Harry A Poeze, menyebut Tan Malaka tewas karena ditembak mati.

Pada 21 Februari 1949, Tan Malaka dieksekusi mati oleh pasukan TNI di bawah pimpinan Letnan II Soekotjo.

Pada 21 Februari 2017, jenazah Tan Malaka secara simbolis dipindahkan dari Kediri ke Sumatera Barat.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Baca artikel sejarah lainnya di sini

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/3
Tags:
Tan Malaka
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved