Sejarah Hari Ini, Mengenang Tan Malaka, Pahlawan yang Tewas di Moncong Senjata Bangsanya Sendiri
Sejarah hari ini, mengenang sosok Tan Malaka, pahlawan berjuluk Bapak Republik yang meninggal 21 Februari 1949.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Delta Lidina Putri
Sementara ibunya, Rangkayi Sinah, putri orang yang disegani di desa.
Desa tempat Tan Malaka lahir bernama Nagari Pandam Gadang, Suliki (kini termasuk Gunuang Omeh), Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.
Semasa kecil, Tan Malaka mempelajari pencak silat dan ilmu agama.
Mengenyam Pendidikan di Belanda
Pada 1913, Tan Malaka meninggalkan desanya untuk belajar di Rijkskweekschool (sekolah pendidikan guru pemerintah), Belanda.
Ia dapat pergi dengan bantuan dana oleh para engku dari desanya.
Selama kuliah, pengetahuannya tentang revolusi mulai muncul dan meningkat setelah membaca buku de Fransche Revolutie.
Setelah Revolusi Rusia pada Oktober 1917, ia mulai tertarik mempelajari paham Sosialisme dan Komunisme.
Tan Malaka lulus pada November 1919, dan menerima ijazah hulpactie.
Sepulangnya ke kampung halaman, Tan Malaka mengajar anak-anak kuli di perkebunan teh di Deli, Sumatera Utara.
Ia mulai mengajar anak-anak itu berbahasa Melayu pada Januari 1920.
Selain mengajar, Tan Malaka juga menulis beberapa propaganda untuk para kuli, dikenal sebagai Deli Spoor.
Baca juga: Mengenang Pele Legenda Sepak Bola Brasil, Kini Bisa Bermain Bola Bersama Maradona di Surga
Bapak Republik Indonesia
Tan Malaka sempat menuliskan buku bertajuk Naar de Republiek Indonesia.
Isinya tentang konsep bangsa Indonesia dan perjuangan kemerdekaan Hindia Belanda dari kolonialisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/makam-tan-malaka.jpg)