Mengulas Makna Simbolik Tradisi Ruwatan Cukur Rambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng
Inilah makna simbolik tradisi ruwatan cukur rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dhimas Yanuar
Mungkin beberapa prosesi dan tata caranya memengalami pergeseran namun esensi dari ruwatan tersebut tetap sama.
Disisi lain latar agama di masyarakat tidak tidak bertentangan dengan ruwatan cukur rambut gimbal.
Meskipun mayoritas agama di Dieng adalah Islam akan tetapi Islam di Dieng masih tergolong Islam kejawen, yang justru masih kental dengan adat istiadat dan mitos-mitos serta kearifan lokal.
Selain itu tingkat pendidikan yang relatif rendah membentuk pola pikir masyarakat cenderaung terpengaruh oleh kebudayaan yang ada.
Dari hasil interaksi beberapa elemen yang ada di masyarakat Dieng tersebut terciptalah makna simbolik ruwatan cukur rambut gimbal sehingga di sepakati untuk mengadakan kegiatan ritual, lewat upacara adat, setiap pemotongan rambut Gimbal.
Keadaan tersebut menjadikan sebuah kelompok kultur masyarakat di Dieng.
Bagaimanapun itu, tradisi dan budaya luhur yang ada di nusantara harus tetap dilestarikan dan dimaknai.
(TribunStyle.com/Dika Pradana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/anak-anak-rambut-gimbal-di-dieng.jpg)