Mengulas Makna Simbolik Tradisi Ruwatan Cukur Rambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng
Inilah makna simbolik tradisi ruwatan cukur rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng.
Penulis: Dika Pradana
Editor: Dhimas Yanuar
Permintaan tersebut oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama "Bebana".
Permintaan tersebut harus dipenuhi oleh orang tuanya.
Baca juga: Masih Ingat Penyanyi Tere? Kini Aktif Menjadi Penulis, Ceritakan Perjalanan Mualaf Karena Al-Quran
Apabila tidak dituruti, rambut gimbalnya akan terus tumbuh di kepala meski dipotong berkali-kali dan kesialan akan menimpa dirinya bahkan keluarga hingga desa setempat.
Kegiatan harus diawali dengan doa di beberapa tempat agar ritual tersebut bisa berjalan dengan lancar.
Terdapat beberapa lokasi yang digunakan untuk berdoa, diantaranya:
1. Candi Dwarawati.
2. komplek Candi Arjuna.
3. Sendang Maerokoco.
4. Telaga Balai Kambang.
5. Candi Bima.
6. Kawah Sikidang.
7. Komplek Pertapaan Mandalasari.
8. Kali Pepek.
9. Tempat pemakaman Dieng.
Baca juga: Tak Lagi Pengasuh Rafathar, Mbak Lala Naik Pangkat Setelah Lulus Kuliah, Nagita Siapkan Jabatan Ini
Seusai kegiatan tersebut dilakukan, keesokan harinya digelar kirab menuju tempat pencukuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/anak-anak-rambut-gimbal-di-dieng.jpg)