Tak Hanya Perasaan, Ternyata Rindu dan Patah Hati Melibatkan Proses dalam Tubuh
Perasaan rindu dan patah hati ternyata melibatkan proses dalam tubuh, dan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Suli Hanna
Sama seperti orang yang sedang sakau
Kepergian seseorang memang bisa meninggalkan luka dan rasa rindu yang tidak berbalas, kemudian berujung pada patah hati.
Studi yang dimuat dalam Journal of Neurophysiology menemukan bahwa saat seseorang dipaksa untuk berpisah setelah menghabiskan waktu bersama dan terbiasa dengan kehadiran orang yang ia cintai, maka otak akan mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh dan menimbulkan gejala withdrawal seperti pada kasus orang yang sakau.
Selain itu, sakit kepala yang mencengkram, tidak nafsu makan, dan semua yang dialami akibat patah hati bisa dijelaskan secara ilmiah.
Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan kadar dopamin dan oksitosin, senyawa kimiawi yang membuat bahagia, dan diganti dengan naiknya hormon kortisol atau hormon penyebab stres.
Bahkan gejala ini sama dengan gejala fisik orang yang putus obat karena penggunaan kokain.
(TribunStyle.com/Anggie)
Baca juga: 5 Manfaat Merayakan Ulang Tahun Anak-anak Kecil, Ternyata Penting Banget Bagi Pertumbuhan Psikologis
Simak artikel terkai cinta dan asmara lainnya disini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/depresi_20161106_120054.jpg)