Trending Hari Ini
KASUS Covid-19 di Luar Jawa-Bali Bisa Melonjak, Pemerintah Diminta Tingkatkan 3T, 5M, dan Vaksinasi
Epidemiolog Australia, Dicky Budiman berpendapat, pemerintah mesti perkuat 3T, 5M, dan vaksinasi untuk mengantisipasi ledakan kasus di luar Jawa Bali.
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman berpendapat, pemerintah mesti memperkuat 3T, 5M, dan vaksinasi untuk mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.
Isitlah 3T yang dimaksud adalah testing, tracing, dan treatment.
Sedangkan 5M adalah memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Baca juga: Kasus Aktif Terus Menurun, Kasus Baru Jateng Tertinggi, Update Corona Nasional Minggu 8 Agustus 2021
Baca juga: SIMAK 5 Latihan Ringan untuk Pulihkan Kondisi Paru-paru yang Rusak Setelah Terinfeksi Covid-19
"Sebenernya trias-strategi untuk Indonesia yang saya sarankan, ya 3T, 5M, dan vaksinasi," kata Dicky dalam acara diskusi yang ditayangkan akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu (7/8/2021).
"Kenapa saya enggak sebut pembatasan, karena berat, luar Jawa kalau bicara pembatasan berat sekali," ujar dia.
Dicky menuturkan, upaya tersebut harus dilakukan sedini mungkin supaya ledakan kasus Covid-19 di luar Jawa dan Bali tidak terjadi.
Ia mengingatkan, potensi ledakan kasus tersebut tidak boleh dianggap sepele seperti yang sebelumnya terjadi di Jawa dan Bali setelah melihat ledakan kasus di India.
"Ini penyakit borderless, tidak ada, semua bisa merasakan, kita juga jangan seperti Indonesia menonton Wuhan dulu," kata dia.
Ia melanjutkan, kegiatan 3T, 5M, dan vaksinasi itu juga mesti dibarengi dengan strategi komunikasi yang baik karena tidak semua masyarakat di luar Jawa-Bali dapat berbahasa Indonesia.
"Harus di-address, strategi komunikasi namanya 5M, itu apa buat mereka aritnya, dampaknya, harus disosialisasikan dengan konteks lokal," ujar Dicky.
Dicky juga mendorong agar pemerintah melakukan visitasi atau kunjungan ke rumah-rumah penduduk untuk melacak penyebaran Covid-19 tanpa bergantung pada pengetesan.
Ia mengingatkan, apabila ditemukan kasus diduga positif Covid-19 di pelosok, maka sebaiknya langsung dilakukan isolasi karantina tanpa harus menunggu tes.
Dicky mengatakan, dalam dunia kedokteran pun pemeriksaan penunjang seperti pengetesan biasanya ada di tahap akhir setelah dokter melakukan pemeriksaan fisik pada pasien.
"Bagaimana pedalaman Papua, Sumatera mau melakukan testing? Itu tidak feasible-lah buat mereka, tapi tidak jadi masalah asal ada dibekali kemampuan itu," kata Dicky.
Baca juga: DAFTAR Lengkap Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19
Baca juga: SIMAK Cara Menyembuhkan Batuk Kering dan Berdahak Meski Sudah Sembuh & Negatif Covid-19
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan, Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada menghadapi penularan virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-covid-19-1.jpg)