berita viral
Profil Dino Patti Djalal, Sang ‘Bapak Diaspora’ yang Kritik Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Sosok Dino Patti Djalal mendadak menjadi pusat perhatian publik, usai melontarkan kritik terhadap intensitas perjalanan dinas luar negeri Prabowo.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Sosok Dino Patti Djalal mendadak menjadi pusat perhatian publik, usai melontarkan kritik terhadap intensitas perjalanan dinas luar negeri Prabowo
- Sorotan terhadap sosoknya semakin tajam setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan respons resmi untuk menjawab kritik tersebut
- Dino Patti Djalal adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus tokoh yang menyandang gelar kehormatan sebagai Bapak Diaspora Indonesia
TRIBUNSTYLE.COM - Nama diplomat senior Dino Patti Djalal mendadak menjadi pusat perhatian publik. Gelombang perbincangan ini mencuat setelah dirinya melontarkan kritik terhadap intensitas perjalanan dinas luar negeri yang dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sorotan terhadap sosoknya semakin tajam setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan respons resmi untuk menjawab kritik tersebut. Publik pun mulai mengulik kembali profil serta perjalanan karier figur yang dikenal bukan orang sembarangan ini. Dino Patti Djalal adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus tokoh yang menyandang gelar kehormatan sebagai Bapak Diaspora Indonesia.
Tumbuh di Lingkungan Diplomat Dunia
Dunia internasional sudah menjadi bagian dari hidup Dino sejak belia. Lahir di Belgrade, Yugoslavia, pada 10 September 1965, ia melewatkan masa kecil hingga remaja dengan berpindah-pindah negara. Hal ini tidak lepas dari profesi sang ayah, Hasyim Djalal, yang merupakan salah satu diplomat legendaris Indonesia, bersama ibunya yang bernama Jurni.
Keluarga berdarah Minangkabau asal Ampek Angkek, Agam, Sumatra Barat ini membawa Dino menjelajahi berbagai belahan dunia. Berbagai kota global pernah menjadi tempat tinggalnya, mulai dari Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, hingga Vancouver.
Pendidikan dasarnya sempat ditempuh di SD Muhammadiyah sebelum berlanjut ke SMP Al-Azhar. Memasuki masa SMA, ia pindah ke McLean, Virginia, Amerika Serikat. Setamatnya dari sana, Dino melanjutkan studi Ilmu Politik di Universitas Carleton di Ottawa, Kanada untuk gelar sarjananya. Dahaga akan ilmu membawanya meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Simon Fraser di Vancouver, hingga puncaknya meraih gelar Doktor di bidang Hubungan Internasional dari kampus bergengsi London School of Economics and Political Science (LSE) di Inggris.
Baca juga: Presiden Prabowo Sering ke Luar Negeri, Teddy: Kelebihan Biaya Ditanggung Kantong Pribadi Presiden
Empat Dekade Mengabdi di Jalur Diplomasi
Langkah profesionalnya di dunia diplomasi resmi dimulai pada tahun 1987 saat ia memperkuat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Selama kiprahnya, ia pernah ditempatkan di pos-pos krusial seperti London, Dili, dan Washington DC.
Pengalamannya yang matang di kancah global membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempercayainya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 2014. Jika diakumulasikan, Dino tercatat memiliki rekam jejak sepanjang 40 tahun di dunia hubungan internasional.
Berikut adalah bentangan karier dan pencapaian penting seorang Dino Patti Djalal dari masa ke masa:
- Bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia (1987),
- Jadi Juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur (1999),
- Diangkat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara (2004),
- Dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden untuk Urusan Internasional (2004-2010),
- Jadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2013),
- Menerima Bintang Jasa Utama (2010),
- Menerima Bintang Mahaputra Adipradana (2014),
- Memenangkan penghargaan bergengsi “Marketeer of the Year” (2013),
- Bergabung dalam konvensi partai yang berkuasa saat itu, Partai Demokrat, untuk memilih calon Presiden. Dino berkampanye sebagai calon independen dan bukan anggota partai Partai Demokrat (2014),
- Diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Juni 2014 - pertengahan 2015),
- Mendirikan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) (2015),
- Menerima Penghargaan Antarbudaya untuk Inovasi dari Austria (2017),
- Dino menjadi ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) (2018),
- Dino bergabung dengan program talk show di Mola TV, di mana ia mewawancarai aktor Robert
- De Niro, sutradara Spike Lee, John Travolta, Sylvester Stallone, Richard Gere, Mel Gibson, Kurt Russell, Susan Sarandon, Ron Howard, Francis Ford Coppola, dan Dana White (2020).
Di balik padatnya aktivitas geopolitik, kehidupan domestik Dino terbilang sangat harmonis. Ia membangun rumah tangga bersama Rosa Rai Djalal yang berprofesi sebagai dokter gigi, dan kebahagiaan mereka lengkap dengan kehadiran tiga buah hati: Alexa, Keanu, dan Chloe.
Baca juga: Seskab Bongkar Alasan Nyata di Balik Kunjungan Luar Negeri Prabowo: Jadwal Harus 1 Tahun Sebelumnya
Sang Inisiator Jaringan Global dan 'Duta Twitter'
Gelar "Bapak Diaspora Indonesia" melekat pada dirinya bukan tanpa alasan. Dino merupakan motor penggerak di balik pelaksanaan Kongres Diaspora Indonesia Sedunia yang pertama kali dihelat di Los Angeles pada 2012. Ia juga aktor intelektual yang mempopulerkan frasa “diaspora Indonesia” serta mendirikan Jaringan Diaspora Indonesia (IDN) yang kini menggurita di seluruh dunia.
Selain mahir di meja perundingan formal, Dino juga kreatif. Ia berhasil mencatatkan nama di Guinness World Records berkat kesuksesannya menggelar pertunjukan ansambel angklung terbesar di Monumen Nasional (Monas) Washington DC pada tahun 2011. Eksistensinya yang kuat di dunia digital dengan ratusan ribu pengikut juga membuatnya sempat dijuluki sebagai “duta Twitter”.
(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di TribunBogor.com)
Sumber: TribunStyle.com
| Pasca-Kebakaran Hebat di Pasar Jiung, Lahan Milik Jusuf Hamka Kini Jadi Rumah Sementara 522 Warga |
|
|---|
| Nadiem Makarim Terharu Diserbu Dukungan Ojol Jelang Pleidoi: Saya Sangat Terharu dengan Dukungannya |
|
|---|
| Presiden Prabowo Sering ke Luar Negeri, Teddy: Kelebihan Biaya Ditanggung Kantong Pribadi Presiden |
|
|---|
| Terkuak Awal Amukan Si Jago Merah di Kemayoran, Ratusan Bangunan Hangus, Diduga Akibat Arus Pendek |
|
|---|
| Jokowi Absen di Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajudan: Bapak Tak Terima Undangan Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/dino-patti-djalal-profil.jpg)