Breaking News:

Ngeluh Tes PCR Mahal, Bunga Zainal Soroti PPKM Diperpanjang: Banyak Orang Gak Kerja, Gak Ada Uang!

Bunga Zainal keluhkan mahalnya biaya tes PCR yang dinilai tak terjangkau bagi masyarakat. Ia juga menyinggung perihal PPKM Darurat yang diperpanjang.

Instagram @bungazainal05
Bunga Zainal mengeluhkan mahalnya biaya tes PCR hingga PPKM Darurat yang diperpanjang 

Hal itu berkaitan dengan ketentuan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Sejumlah tempat usaha dibatasi beroperasi hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Dengan wajah lesu, beberapa pedagang tampak bergumam penertiban pembatasan PPKM itu kian memersulit perekonomian mereka.

Apalagi menurut pengakuan salah satu pedagang, usahanya memang baru saja buka pada sore hari tadi.

Sama seperti pedagang yang baru ditemui Tantri Syalindri Ichlasari alias Tantri Kotak baru-baru ini.

Baca juga: Berat Badan Sempat 74 Kg, Tantri Kotak Disebut Lebih Tua dari Usianya, Jalani Diet Jadi Pilihan

Baca juga: Tantri Kotak Terbahak Dijanjikan Sepatu Imbalan Jadi Backing Vocal Agnes Mo, Ternyata Janji Palsu

Baru-baru ini melalui Instagramnya, Tantri Kotak membagikan sebuah kisah yang begitu menyentuh soal para pedagang kaki lima.

Hal itu bermula ketika Tantri tengah kebingungan mencari bubur ayam di malam hari.

Tantri Kotak mengaku sedih dengana adanya PPKM darurat.
Tantri Kotak mengaku sedih dengana adanya PPKM darurat. (Instagram/tantrisyalindri)

Namun, ketika sudah menemukan pedagang bubur ayam.

Tantri Kotak pun harus dibuat sedih lantaran sang pedagang mengaku ingin cepat-cepat tutup dan membereskan dagangannya karena takut dirazia oleh pihak berwajib.

“Semalam jam 20.45 saya cari bubur ayam favorit, mereka tergesa-gesa mau nutup dagangannya padahal buburnya masih BANYAK BANGET!

Ada kalimat yang bikin saya sesak, ‘maaf mba saya harus tutup takut diambil gerobaknya saya nggak bisa jualan besok’ duuhhhh!” tulis Tantri Kotak dikutip Tribun Style dari Instagram-nya, Jumat, 16 Juli 2021.

Vokalis cantik ini pun berharap jika keluh kesah pedagang seperti penjual bubur ini terdengar.

Salah satunya dengan cara aparat agar lebih baik lagi saat mendisiplinkan para pedagang.

“Semoga para aparat yang juga bekerja di lapangan untuk mendisiplinkan punya cara yang lebih elegan karena kita sama-sama berjuang.

Semangat para pencari rejeki,” sambungnya.

Tak hanya sampai di situ, Tantri Kotak pun juga bercerita soal masa lalunya.

Ia mengatakan sempat merasakan apa yang dirasakan oleh para pedagang seperti saat sekarang ini.

“Saya ngerasain banget susahnya jadi pedagang, pendapatan yang fluktuatif, buang makanan sisa kalau nggak laku, dan pernah buntung daripada untung.

Melihat kondisi saat ini yang berjuang untuk dapat upah harian tapi harus menutup dagangan mereka di jam malam, dimana banyak orang yang suka makan malam rasanya kurang pas,” ujar Tantri Kotak.

Tantri Kotak sedih melihat kondisi pedagang kaki lima saat adanya PPKM darurat.
Tantri Kotak sedih melihat kondisi pedagang kaki lima saat adanya PPKM darurat. (Instagram Tantri Kotak)

Wanita 31 tahun itu menilai jika larangan pedagang berjualan di jam malam terasa kurang pas.

Dia pun menyarankan jika para pembeli yang seharusnya diedukasi agar lebih disiplin tak membuat kerumunan saat membeli di pedagang kaki lima.

“Yang salah bukan dagangannya, mereka berjuang mencari nafkah untuk keluarga.

Hanya tinggal mengedukasi orang yang beli tanpa harus makan di tempat mungkin lebih tepat dibanding harus menutup dagangan karena terlihat ada kerumunan.

Take away, ojek online bisa membantu dagangan mereka bahkan tetap bisa membantu ekonomi para ojol," tandasnya.

Sontak, unggahan Tantri yang penuh kepiluan itu rupanya mendapat beragam respon positif oleh warganet.

Warganet pun rupanya juga yang sepakat dengan pendapat wanita kelahiran Tangerang tersebut.

Mereka berharap nasib para pedagang yang terkena imbas PPKM mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Naaaah. Menurutku, PPKM yang sedikit masalah itu pelaksanaan di lapangan.

Bukan programnya. "Usir" kerumunannya, bukan pedagangnya," ujar salah satu warganet.

"Itulah nasib pedagang kaki lima seperti kami.

Tapi nggak apa-apa, demi lancarnya program pemerintah, dan mungkin Allah akan kasi yang lebih saat pandemi ini berakhir, amin," sambung warganet lainnya.

"Harusnya pedagang makanan jangan tutup kan take away.

Derita pedagang, semoga cepat berlalu, kasihan yang jualan," timpal warganet lainnya.

(TribunStyle.com/Tsania/Joisetiawan)

Baca artikel terkait Bunga Zainal lainnya di sini>>

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved