Breaking News:

Sejarah Api Abadi Mrapen di Masa Kerajaan Majapahit, Kini Telah Padam Total & Penyebab Masih Misteri

Sejarah menarik dibalik Api Abadi Mrapen di Grobogan yang kini telah padam, bermula dari masa Kerajaan Majapahit

Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Delta Lidina Putri
KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO
Umat Buddha melakuan ritual pengambilan Api Dhamma Tri Suci Waisak 2562 BE 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Api yang diambil ini akan disemayamkan di Candi Mendut hingga keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur sebagai sarana peribadatan perayaan Waisak. 

TRIBUNSTYLE.COM - Api Abadi Mrapen yang kini telah padam memiliki sejarah tersendiri dari masa akhir Kerajaan Majapahit.

Menilik cerita sejarah yang berkembang secara turun-temurun di masyarakat setempat.

Keberadaan Api Abadi Mrapen ini terkait dengan sejarah masa Kerajan Majapahit.

Menurut cerita sejarah yang berkembang, kala itu Kerajaan Majapahit ditaklukkan oleh Kesultanan Demak Bintoro pada tahun 1500-1518 Masehi, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Minggu (4/10/2020).

Konon, Api Abadi Mrapen ini muncul saat Sunan Kalijaga mencari sumber air.

 Selain Nyalakan Obor Upacara Hari Raya Waisak, Api Abadi Mrapen Juga Digunakan untuk PON

 Api Abadi Mrapen Grobogan Padam, ESDM Jateng dan Ahli Geologi Selidiki Penyebabnya

Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga (Bacaan Madani)

Ia menancapkan tongkatnya ke tanah demi mendapatkan air untuk prajuritnya.

Namun, lubang dari bekas tongkat tersebut tak lama kemudian mengeluarkan api.

Ini dipercaya masyarakat merupakan titik awal munculnya sumber Api Abadi Mrapen.

Kemudian, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat di lokasi lain.

Usaha keduanya ini menghasilkan semburan air yang bersih dan bening.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved