Sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Ingat, Berbeda dengan Hari Lahirnya yang 1 Juni
Inilah sejarah peringatan Hari Kesaktian Pancasila, berbeda dengan hari kelahirannya pada 1 Juni.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
”Bila kita pelajari dan selidiki sungguh-sungguh 'Lahirnya Pancasila' ini, akan ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel,
suatu Beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno, dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada dibawah penilikan yang keras dari Pemerintah Balatentara Jepang.
Memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang!
Selama Fascisme Jepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut tak pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnya teguh-teguh dan senantiasa dicarikannya jalan untuk mewujudkannya.
Mudah-mudahan 'Lahirnya Pancasila' ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.”
Sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni resmi jadi hari libur nasional untuk memperingati Lahirnya Pancasila.
Hal itu diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
BACA JUGA:
• NASKAH LENGKAP Pidato Kenegaraan Jokowi Jangan Merasa Paling Agamis, Paling Benar dan Pancasilais
• Upacara Hari Lahir Pancasila 2020 Digelar Secara Virtual, Ini Pesan Jokowi untuk Para Pejabat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/monumen-pancasila-sakti_20171002_144512.jpg)