Sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Ingat, Berbeda dengan Hari Lahirnya yang 1 Juni
Inilah sejarah peringatan Hari Kesaktian Pancasila, berbeda dengan hari kelahirannya pada 1 Juni.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
- Mayjen Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen).
- Brigjen Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat).
- Lettu Pierre Tendean (Ajudan Jenderal AH Nasution).
Pemerintahan Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan G30S dan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Soeharto mengadakan apel bersama pasukan militer satu hari setelah peristiwa G30S, yakni pada 1 Oktober 1965.
Saat itulah Soeharto menetapkan Hari Kesaktian Pancasila dengan mengkampanyekan pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang 1945 di Indonesia secara murni dan konsekuen.
Berbeda dengan Hari Lahir Pancasila
Sementara itu, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, merupakan cikal bakal Pancasila sebagai dasar negara.
Tanggal ini secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, merujuk pada pidato Soekarno yang berjudul 'Lahirnya Pancasila' pada 1 Juni 1945.
Pidato tersebut disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau dalam bahasa Indonesia, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK).
Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal ‘Pancasila’ pertama kali ditemukan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Awalnya, pidato tersebut disampaikan tanpa judul.
Pidato tersebut akhirnya dibukukan, dan baru mendapat sebutan 'Lahirnya Pancasila'.
Istilah itu disebutkan oleh mantan Ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat, berdasarkan kata pengantar buku pidato tersebut yang terbit pada 1947.
Berikut ini kutipan Radjiman sebagai kata pengantar dalam buku 'Lahirnya Pancasila' dikutip dari Wikipedia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/monumen-pancasila-sakti_20171002_144512.jpg)