Breaking News:

NASKAH LENGKAP Pidato Kenegaraan Jokowi 'Jangan Merasa Paling Agamis, Paling Benar dan Pancasilais'

Isi naskah lengkap pidato Presiden Joko Widodo / Jokowi di sidang Umum MPR RI Jumat 14 Agustus 2020. "Jangan merasa paling agamis dan Pancasilais."

Tayang:
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Presiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan pada sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

TRIBUNSTYLE.COM - Meminta jangan sampai ada pihak yang merasa paling agamis, paling benar dan paling Pancasilais, berikut isi naskah lengkap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo / Jokowi di sidang Umum MPR RI Jumat 14 Agustus 2020. 

Presiden Joko Widodo menekankan, tujuan besar untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19 hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.

Kepala Negara berharap seluruh komponen masyarakat bisa bergotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia. 

Jokowi pun mengingat bahwa demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain.

"Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," kata Jokowi.

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," tuturnya.

Joko Widodo
Joko Widodo (gayadigital.com)

Jokowi menambahkan, Indonesia beruntung bahwa mayoritas rakyat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi serta saling peduli.

"Sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," ucapnya.

Potret Cucu Keempat Presiden Joko Widodo hingga Bocoran Nama Anak Kedua Kahiyang Ayu

Foto Wisuda Presiden Joko Widodo di UGM Dianggap Editan, Gibran Rakabuming Beri Komentar Santai

Menurut dia, Indonesia juga beruntung dan berterima kasih atas dukungan dan kerja cepat dari Pimpinan dan Anggota lembaga-lembaga negara yang melakukan langkah-langkah extraordinary dalam mendukung penanganan krisis.

Ia meyakini Indonesia justru bisa membajak momentum krisis untuk menjalankan strategi-strategi besar bangsa.

Berikut isi lengkap pidato Presiden Joko Widodo 

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi,
Salam Sejahtera bagi kita semua, Om Swastyastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Profesor KH Ma'ruf Amin beserta Ibu Wury Estu Ma'ruf Amin;
Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota MPR Republik Indonesia;
Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR Republik Indonesia;
Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPD Republik Indonesia;
Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara;
Yang saya hormati, Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima;
Yang saya hormati, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia Keenam, yang hadir secara virtual;
Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz;
Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla;
Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono;
Yang saya hormati Ibu Hajah Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid;
Yang saya hormati, Yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Perwakilan Badan dan Organisasi Internasional;
Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja serta Panglima TNI dan Kapolri;
Yang saya hormati, para Ketua Umum Partai Politik,
Yang saya hormati hadirin, saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,

Semestinya, seluruh kursi di Ruang Sidang ini terisi penuh, tanpa ada satu kursi pun yang kosong. Semestinya, sejak dua minggu yang lalu, berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan peringatan hari kemerdekaan diadakan, menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 tahun Indonesia merdeka.

Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 tahun Indonesia Merdeka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Tags:
JokowiMPR RIPresidenJoko Widodo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved