Tips Ibu Hamil, Cara Mengatasi Morning Sickness hingga Berat Badan Berlebih Saat Masa Kehamilan
Tips Ibu Hamil. Berikut 20 tips saat kehamilan menurut para ahli dokter kandungan.
Penulis: Anggia Desty
Editor: Amirul Muttaqin
Selain wasir, sembelit pun merupakan penyakit yang sering dialami oleh ibu hamil.
“Sembelit yang kerap terjadi pada bumil umumnya disebabkan karena pola makan kurang teratur dan kurang serat. Meningkatnya produksi hormon progesteron juga bisa menyebabkan sembelit karena membuat gerakan usus ikut rileks atau lambat, sehingga memperlambat saluran cerna. Sembelit juga bisa makin berat jika Anda mengonsumsi vitamin zat besi yang terlalu tinggi. Karena itu berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda, mengenai vitamin dengan kadar zat besi yang tepat dan cocok untuk Anda. Selain itu akan lebih baik lagi jika Anda memenuhi asupan zat besi alami dengan memakan langsung makanan yang mengandung zat besi, dan mulailah mengatur pola makan Anda dengan tepat,” kata dr. Indra N.C. Anwar, Sp.OG, dari Bunda International Clinic, Jakarta.
13. Tips menghitung gerakan janin
Ingin mengetahui keaktifan janin dan kesehatan janin perlu dilakukan penghitungan gerakan janin.
“Janin di dalam kandungan yang berusia 4 atau 5 bulan memang sangat aktif bergerak. Tetapi, ada juga waktu di mana gerakannya tidak terlalu aktif, seperti di malam hari, karena sama seperti kita, janin juga perlu tidur. Janin yang sehat dan normal bergerak minimal 2-3 kali dalam 1 jam. Gerakan ini bisa Anda rasakan pada pagi hingga malam hari. Jika Anda tiba-tiba tidak merasakan janin bergerak sama sekali dalam 1 jam, terutama pada waktu pagi dan sore hari, rangsang dengan memperdengarkan bunyi-bunyian di dekat perut agar ia bergerak,” kata dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, M.Kes, dari MRCCC Siloam Hospitals
14. Tips mendeteksi janin terkena down syndrome
Cara mendeteksi agar janin atau calon bayi sehat diperlukan pemeriksaan oleh dokter ahli kandungan, seperti USG.
dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG, dari RSIA YPK-Menteng menyebutkan bahwa “Down syndrome merupakan kelainan kromosom yang disebut trisomi 21. Kelainan ini bisa dideteksi sejak kehamilan dini melalui pemeriksaan USG 3 atau 4 dimensi dan dapat muncul pada lebih dari 1 organ. Namun, baru terlihat jelas pada masa tumbuh-kembang setelah Si Kecil dilahirkan. Kelainan ini ditandai dengan adanya penebalan punuk janin pada usia kehamilan 9-14 minggu, tidak adanya tulang hidung, rendahnya letak telinga, kelainan jantung, wajah bayi terlihat lebar dan datar, tulang tangan pendek, bibir sumbing, dan sebagainya.”
15. Tips facial saat hamil
Berjerawat saat hamil dan melakukan pembersihan komedo atau jerawat merupakan hal yang diperhatikan bagi wanita khususnya ibu hamil.
dr. Sofani Munzila, Sp.OG, dari RSIA YPK Menteng menyarankan “Jika Anda sebelumnya tidak biasa facial, sebaiknya jangan mulai saat sedang hamil. Karena selain lebih sakit, hasil facial pun tidak akan efektif. Jika Anda sudah terbiasa facial, Anda boleh facial sendiri di rumah dengan tujuan pembersihan. Atau jika meminta bantuan ahli facial, pakailah bahan yang lembut. Ingat! Anda tidak dianjurkan melakukan galvanic facial, ekstraksi komedo dan jerawat, chemical peeling, atau herbal facial, karena akan membahayakan kulit sensitif Anda.”
16. Tips mengatasi kaki kram
Kram kaki atau kaki membengkak adalah gejala yang umum diderita oleh ibu hamil.
dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG dari Brawijaya Woman and Children Hospital mengatakan bahwa “Studi menunjukkan, kaki atau bagian tubuh lain yang kram saat hamil karena kurangnya magnesium dan kalisum dalam tubuh. Kalau sering kram, mulailah minum susu 3 kali sehari, untuk menambah magnesium dan kalsium dalam tubuh. Ibu hamil juga dapat meregangkan otot saat bangun tidur, atau mengikuti prenatal yoga.”
17. Tips bagi penderita lupus yang ingin hamil
Seorang ibu yang mengalami penyakit lupus bukan berarti tidak boleh hamil.
“Penderita SLE (systemic lupus erythematosus) tentu saja boleh hamil, tapi memang kehamilannya harus lebih terencana. SLE tidak diturunkan, juga tidak secara langsung mengakibatkan keterbelakangan mental dan cacat bawaan pada anak,” kata dr. Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, dari Mayapada Hospital.
18. Tips mencegah infeksi vagina saat hamil
Bukan hanya kondisi ibu dan calon bayi yang perlu diperhatikan, alat vital wanita juga perlu.
Menurut Prof. DR. dr. Ali Baziad, Sp.OG (K), dari FKUI-RSCM dan Brawijaya Women and Children Hospital “Jaga kelembapan vagina agar terhindar dari risiko infeksi vagina saat hamil. Vagina yang lembap, hormon-hormon kehamilan, dan meningkatnya lemak pada ibu hamil membuat wanita hamil rentan terkena infeksi vagina.”
19. Tips mencegah infertilitas sekunder
“Infertilitas sekunder dapat dicegah, caranya dengan menjaga kesehatan reproduksi istri dan suami, juga dengan menghindari stres. Stres dapat meningkatkan hormon prolaktin dalam tubuh, dan hormon ini dapat menekan hormon kesuburan yang Anda butuhkan untuk hamil,” ujar dr. Wira Dwi Putri, Sp.OG, dari RS Mitra Keluarga Cibubur
20. Tips mencegah peningkatan berat badan berlebih saat hamil
Berat badan naik seiring usia kehamilan merupakan hal yang sering terjadi.
Untuk mencegah peningkata berat badan berlebih saat hamil, menurut dr. Uf Bagazi, Sp.OG, dari Brawijaya Women and Children Hospital, “Konsumsi probiotik, menu makan seimbang, dan olahraga sejak trimester awal kehamilan ternyata dapat mencegah peningkatan berat badan berlebih selama kehamilan dan pasca melahirkan,”
Semoga bermanfaat!
(TribunStyle.com/Anggia Desty)
Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-ibu-hamil_20171119_185226.jpg)