Kasus Perundungan

Identitas 3 Tersangka Siswi SMA Pelaku Pengeroyokan Audrey, Terancam Hukuman 3 Tahun Penjara

Identitas 3 tersangka pelaku pengeroyokan Audrey, bocah SMP yang dikeroyok 12 siswi SMA Pontianak.

"Pas saya sudah datang, mereka sudah berkelahi dan saya sudah mencegah. Kami takut jika melerai takut dituduh mengeroyok saya takut terjadi seperti itu, di sana ada tindakan peleraian," terang salah satu terduga lainnya.

Lebih lanjut, terduga pelaku merasa dituduh dan difitnah.

Terduga Pelaku Pengeroyokan Audrey tengah ngopi
Terduga Pelaku Pengeroyokan Audrey tengah ngopi (TribunStyle.com Kolase/Twitter @1nanonano)

Bahkan instagramnya pun di-hack.

Dan meminta pembajak untuk meminta maaf.

"Saya ingin yang memfitnah, telah menyebarkan foto-foto saya dan yang telah nge-hack akun instagram saya, saya ingin dia minta maaf," tambahnya.

Terkait pemberitaan yang beredar bahwa kasus pengeroyokan ini terjadi karena masalah cowok.

Mereka menampiknya.

Tak ada kaitan sama sekali dengan masalah cowok.

Pelaku membeberkan semua berawal dari saling sindir di instagram.

"Audry dan Pp menyindir saya di instagram.

Mereka menyindir di grup WA.

Saya ingin menyelesaikan semua masalah ini.

Saya chatting Pp tapi tak dibalas.

Saya chatting Audrey saya bilang mau menyelesaikan masalah.

Saya ajak selesaikan malam sabtu di alun kapuas.

Dia menyanggupinya.

Namun Audrey tiba-tiba ngajak ketemu sekarang itu juga Jumat jam 11 siang," ujar satu di antara terduga pelaku.

Mereka menampik tak ada pengeroyokan yang terjadi.

Yang terjadi memang ada pemukulan, namun hanya tiga pelaku yang turut berkelahi bukan 12 orang.

Mereka juga sempat terjadi aksi kejar-kejaran sehingga perkelahian terjadi di dua lokasi berbeda yakni di Taman Akcaya dan Jalan Sulawesi.

Sembari didampingi Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat (Kalbar) tampil mengenakan masker penutup wajah.

Ketujuh remaja perempuan itu terlihat menundukkan pandangan dari sorot kamera wartawan.

Secara bergiliran, ketujuh remaja tersebut secara bergantian menyampaikan permintaan maaf pada korban Audrey.

Beberapa di antara mereka mengaku tidak melakukan pengeroyokan.

Bahkan, mereka mengaku malu dan tidak terima akan sanksi sosial yang didapat dari masyarakat.

Berikut video lengkap, konferensi pers permintaan maaf dan klarifikasi dari pelaku pengeroyokan Audrey, dikutip TribunStyle.com dari TribunPontianak.com.

Sementara itu, hasil visum terkait kondisi tubuh juga keperawanan Audrey akhirnya resmi keluar, berikut update lengkapnya, dikutip TribunStyle.com dari TribunPontianak.com, Rabu (10/4/2019).

Berdasarkan update terbaru kasus pengeryokan Audrey oleh 12 siswi SMA di Pontianak, hasil visum kondisi Audrey sudah dirilis dan disampaikan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir.

Hasil visum tersebut juga menjawab kabar soal kerusakan organ vital dan keperawanan Audrey akibat perbuatan pelaku.

Berikut rincian hasil visum Audrey yang disampaikan oleh Kombes M Anwar Nasir.

Dia menyampaikan jika kondisi penglihatan Audrey normal, tidak ditemukan adanya memar.

Selain itu, untuk telinga, hidung, juga tenggorokan tidak ditemukan adanya pendarahan maupun darah.

Bagian dada terlihat simetris, tak ada memar maupun bengkak.

"Jantung dan paru dalam kondisi normal," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar menyatakan tidak ada memar di perut korban Audrey.

"Bekas luka juga tidak ditemukan. Kemudian organ dalam, tidak ada pembesaran," tambahnya.

Untuk hasil visum organ vital korban, Anwar menyebut selaput dara masih utuh.

"Selaput dara tidak tampak luka robek atau memar," jelasnya.

"Saya ulangi, alat kelamin selaput dara tidak tampak luka robek atau memar," katanya.

Hasil visum juga menunjukkan kulit tidak ada memar, lebam ataupun bekas luka.

Kendati demikian, Audrey mengalami trauma berat yang sudah memasuki tahap awal depresi.

"Hasil diagnosa dan terapi pasien, diagnosa awal depresi pasca trauma," tukasnya.

Sementara itu, terkait kronologi pemicu pengeroyokan, ternyata tak hanya soal saling sindir mantan pacar, akan tetapi ada masalah utang pitang.

Korban Audrey disebut sering mengungkit soal utang.

Pasalnya, orangtua salah seorang pelaku pernah meminjam uang pada orangtua korban sebanyak Rp 500 ribu.

Utang tersebut sudah dibayar dan dikembalikan ke korban.

Akan tetapi, Audrey masih suka mengungkit-ungkit masalah tersebut sehingga pelaku merasa tersinggung.

Kendati demikian, Audrey perlahan mulai bangkit dan memohonkan doa untuk kesembuhannya.

Audrey kini menjalani perawatan intensif.

Seiring dengan insiden pengeroyokan Audrey ini, tagar #JusticeForAudrey menjadi trending topik dunia di Twitter.

Banyak yang meminta adanya tindakan hukum yang tegas bagi pelaku.

(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)

Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved