Seputar Solo Raya
Asal-usul Kue Lapis Legit, Kuliner Khas Selalu Ada saat Imlek di Solo, Jadi Simbol Rezeki Berlapis
Lapisan-lapisan pada kue lapis legit dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlapis ganda serta kehidupan yang terus meningkat di tahun yang baru.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
Ringkasan Berita:
- Di Solo, perayaan Tahun Baru Imlek biasanya identik dengan kue lapis legit.
- Lapisan-lapisan pada kue lapis legit dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlapis ganda serta kehidupan yang terus meningkat di tahun yang baru.
- Di balik tampilannya yang sederhana, lapis legit dibuat melalui proses yang rumit dan membutuhkan ketelatenan tinggi.
TRIBUNSTYLE.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo nyaris tak bisa dilepaskan dari kehadiran kue lapis legit.
Di meja-meja rumah warga Tionghoa, terutama di kawasan Pasar Gede dan sekitarnya, kue berlapis dengan aroma rempah yang khas ini hampir selalu menjadi hidangan utama saat perayaan tahun baru lunar.
Bukan sekadar camilan, lapis legit menyimpan sejarah panjang yang telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.
Tradisi menyajikan kue ini saat Imlek pun telah mengakar kuat di Solo dan terus bertahan hingga kini.
Baca juga: Tradisi Nyekar Jelang Ramadan di Solo, Bunga Tabur Jadi Simbol Penghormatan Untuk Para Leluhur
Asal-usul kue lapis legit
Lapis legit pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa kolonial Belanda sekitar awal abad ke-19.
Dalam buku Jejak Rasa Nusantara karya sejarawan Fadly Rahman, disebutkan bahwa kue ini awalnya dikenal dengan nama spekkoek, berasal dari bahasa Belanda: spek (lapisan) dan koek (kue).
Resep awal spekkoek diyakini terinspirasi dari kue Eropa dan memiliki kemiripan dengan kue Hungaria bernama doboshtorte.
Namun ketika dibawa ke Nusantara, resep tersebut mengalami adaptasi besar-besaran.
Masyarakat lokal menambahkan rempah-rempah khas seperti kayu manis, cengkeh, dan pala, menciptakan cita rasa yang lebih kaya dan sesuai dengan selera Indonesia.
Seiring waktu, spekkoek lebih populer dengan sebutan lapis legit, merujuk pada tampilannya yang berlapis-lapis dan rasanya yang manis legit.
Identik dengan Imlek di Solo
Di Solo, perayaan Tahun Baru Imlek biasanya identik dengan kue lapis legit.
Salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja perayaan Imlek etnis Tionghoa adalah kue ini. Bahkan, banyak keluarga yang mewariskan resep lapis legit secara turun-temurun.
Rasanya yang manis, teksturnya yang lembut, serta aromanya yang kaya rempah menjadikannya pilihan istimewa untuk momen spesial.
Namun khusus saat Imlek, lapis legit memiliki makna yang lebih dalam.
Simbol rezeki berlapis
Sumber: TribunStyle.com
| Cicipi Lezatnya Tengkleng Bu Jito Dlidir, Kuah Rempah Kaya Khas Solo, Bikin Lidah Bergoyang |
|
|---|
| Kisah Kelam Banjir Besar di Solo Tahun 1966: Kota Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi, Air Capai 4 Meter |
|
|---|
| Legenda Mengharukan di Balik Asal Usul Sungai Bengawan Solo, dari Tangisan Ibu yang Kehilangan Anak |
|
|---|
| Menu Baru di SFA Steak & Resto Solo, Nampan Bar-Bar, Porsi Jumbo Buat 4 Orang, Mulai Rp100 Ribuan |
|
|---|
| Nasi Liwet Solo, Kuliner Sederhana dengan Cita Rasa Istimewa yang Bikin Rindu, Aromanya Bikin Nagih! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Lapisan-lapisan-pada-kue-lapis-legit-dimaknai-sebagai-simbol-rezeki.jpg)