Seputar Solo Raya
Asal-usul Kue Lapis Legit, Kuliner Khas Selalu Ada saat Imlek di Solo, Jadi Simbol Rezeki Berlapis
Lapisan-lapisan pada kue lapis legit dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlapis ganda serta kehidupan yang terus meningkat di tahun yang baru.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
Bagi masyarakat Tionghoa, setiap hidangan Imlek mengandung filosofi. Lapis legit dipercaya membawa keberuntungan dan rezeki.
Lapisan-lapisan pada kue ini dimaknai sebagai simbol rezeki yang berlapis ganda serta kehidupan yang terus meningkat di tahun yang baru.
Semakin banyak lapisan pada lapis legit, semakin besar pula harapan akan kemakmuran.
Umumnya, lapis legit klasik memiliki sekitar 18 lapisan atau bahkan lebih, yang melambangkan kelimpahan dan keberuntungan.
Makna simbolis inilah yang membuat lapis legit tak tergantikan dalam tradisi Imlek di Solo.
Proses pembuatan rumit
Di balik tampilannya yang sederhana, lapis legit dibuat melalui proses yang rumit dan membutuhkan ketelatenan tinggi.
Bahan-bahan yang digunakan pun tergolong premium, seperti kuning telur dalam jumlah besar, mentega berkualitas, tepung terigu, gula, serta campuran rempah-rempah.
Adonan dipanggang lapis demi lapis di dalam oven. Setiap lapisan harus matang sempurna sebelum lapisan berikutnya dituangkan.
Proses ini dapat memakan waktu berjam-jam dan membutuhkan ketelitian agar hasilnya lembut, rapi, dan bebas gelembung udara.
Karena proses panjang tersebut, lapis legit memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kue tradisional lainnya.
Harga sebanding dengan kualitas
Bahan berkualitas dan teknik pembuatan yang tidak sederhana membuat harga lapis legit tergolong tinggi.
Di pasaran, satu loyang lapis legit dijual dengan kisaran Rp200.000 hingga Rp1.000.000, tergantung ukuran dan kualitas bahan.
Untuk versi premium yang menggunakan butter wijsman dan lebih banyak kuning telur, harganya bahkan bisa mencapai jutaan rupiah per loyang.
Meski demikian, menjelang Imlek, permintaan lapis legit di Solo tetap meningkat.
Banyak toko kue legendaris kebanjiran pesanan, membuktikan bahwa kue ini bukan hanya simbol kemewahan, tetapi juga bagian dari tradisi yang terus dijaga.
Lebih dari sekadar hidangan manis, lapis legit telah menjadi simbol akulturasi budaya, warisan kolonial yang berpadu dengan tradisi Tionghoa dan cita rasa Nusantara yang hingga kini tetap menghangatkan perayaan Imlek di Kota Solo.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Baca artikel terhangat TribunStyle.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com
Sumber: TribunStyle.com
| Nggak Cuma Serabi, 3 Oleh-Oleh Khas Solo yang Hits dan Paling Diburu Wisatawan, Bikin Kalap Belanja |
|
|---|
| Cobain! 3 Spot Nasi Goreng Paling Favorit di Solo, Bumbu Medok, Ada yang Seafood Topping Melimpah |
|
|---|
| Nasi Pecel Sor Asem Pasar Triwindu, Legendaris di Solo Sejak 1945, Tetap Eksis Meski Digusur 2 Kali |
|
|---|
| Lezatnya Ayam Goreng Mbah Karto Tembel Sukoharjo, Sambal Blondho-nya Khas Bikin Lidah Bergoyang |
|
|---|
| Krisis Guru di Solo, Ratusan Pengajar Pensiun, Disdik: Siswa Tak Boleh Dibiarkan Tanpa Guru di Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Lapisan-lapisan-pada-kue-lapis-legit-dimaknai-sebagai-simbol-rezeki.jpg)