Seputar Solo Raya
Tradisi Nyekar Jelang Ramadan di Solo, Bunga Tabur Jadi Simbol Penghormatan Untuk Para Leluhur
Dengan nyekar, warga Solo menyambut Ramadan dengan sebuah tradisi sederhana yang sarat makna, doa, dan penghormatan.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
Ringkasan Berita:
TRIBUNSTYLE.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Solo Raya memiliki kebiasaan turun-temurun yang hingga kini tetap lestari, yakni tradisi nyekar atau ziarah kubur.
Ritual ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari persiapan batin menyambut bulan penuh ampunan.
Setiap kali Ramadan mendekat, suasana sejumlah pemakaman di Solo Raya tampak lebih ramai dari biasanya.
Warga berbondong-bondong mendatangi makam keluarga dan leluhur, membawa bunga tabur, air, serta doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan.
Baca juga: Wajib Ada Kue Mangkok saat Perayaan Imlek di Solo, Simbol Kemakmuran, Disajikan Jumlah Ganjil
Menariknya, meningkatnya aktivitas nyekar juga memunculkan fenomena khas lain, yakni melonjaknya harga bunga tabur.
Permintaan bunga yang meningkat tajam menjelang Ramadan membuat para pedagang bunga musiman kebanjiran pembeli, terutama di sekitar kompleks pemakaman.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula tradisi nyekar berkembang di Solo Raya?
Sejarah tradisi nyekar
Secara historis, nyekar bukan tradisi yang murni berasal dari ajaran Islam. Ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dikenal secara universal di berbagai budaya dunia.
Ketika Islam masuk dan berkembang di Nusantara, tradisi ini kemudian mengalami akulturasi budaya.
Praktik ziarah kubur dibingkai dengan nilai-nilai Islam melalui pembacaan doa, zikir, selawat, wirid, hingga ratib.
Dari sinilah nyekar berkembang menjadi ritual spiritual yang memadukan ajaran agama dengan kearifan lokal Jawa.
Bagi masyarakat Solo Raya, nyekar dimaknai sebagai bentuk silaturahmi batin antara yang masih hidup dengan mereka yang telah wafat.
Melalui doa yang dipanjatkan, keluarga berharap arwah orang tercinta memperoleh ampunan serta ketenangan di sisi Allah Swt.
Tata cara dan makna nyekar
Tradisi nyekar umumnya diawali dengan mendatangi makam keluarga atau leluhur.
Sumber: TribunStyle.com
| Es Buah Jumbo di Pasar Nongko Solo, Jadi Incaran Saat Cuaca Panas, Harga Rp7.000, Porsi Melimpah |
|
|---|
| Tak Pernah Sepi Pembeli, Bakso Titoti Jadi Buruan Wisatawan di Solo, Kuahnya Bikin Nagih |
|
|---|
| Rahasia Tahu Kupat di Solo Beda dari Kota Lain, Pakai Kuah Bawang, Rasanya Gurih Dominan Manis |
|
|---|
| Mau Beli Oleh-oleh Haji Murah dan Lengkap? Intip 3 Pusat Perlengkapan Haji & Umrah Favorit di Solo |
|
|---|
| Biasa Pakai Nasi Putih, Ini Cara Beda Nikmati Gudeg Solo Pakai Bubur, Pilih Kuah Gurih Atau Pedas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Dengan-nyekar-warga-Solo-menyambut-Ramadan.jpg)