Breaking News:

Iran Vs AS

42 Armada Tempur Udara Milik AS Keok Selama Perang dengan Iran, Rusak Kena Tembakan Teheran

Amerika Serikat mengalami banyak kerusakan selama dua bulan lebih berperang melawan Iran.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi
Tribunnews.com/Xinhua/Jaap Arriens
SINYAL SOS - Jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat dilaporkan mengirimkan sinyal darurat saat melintas di atas Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Minggu (10/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 42 armada tempur udara milik Amerika Serikat dilaporkan rusak selama perang dengan Iran
  • Banyak dari armada tempur udara AS rusak karena terkena tembakan Teheran

 

TRIBUNSTYLE.COM - Amerika Serikat mengalami banyak kerusakan selama dua bulan lebih berperang melawan Iran.

Sejauh ini berdasar laporan dari Congressional Research Service (CRS) yang merupakan lembaga riset nonpartisan di bawah Library of Congress,
AS setidaknya kehilangan 42 pesawat militer selama berjalannya operasi.

Laporan CRS menguraikan kerugian atau kerusakan pesawat-pesawat AS selama operasi militer tersebut.

Dokumen yang diterbitkan pada 13 Mei itu disusun berdasarkan laporan media serta pernyataan Departemen Perang AS dan militer AS.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa jumlah kerugian masih dapat berubah karena faktor klasifikasi, operasi tempur yang masih berlangsung, dan proses atribusi.

PERANG IRAN - Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle yang dikerahkan dari Skuadron Tempur Ekspedisi ke-335 dari Pangkalan Angkatan Udara Seymour Johnson di Carolina Utara lepas landas dari lokasi yang dirahasiakan di dalam wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS, 15 Juli 2024. Laporan CRS menyebut AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama perang melawan Iran.
PERANG IRAN - Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle yang dikerahkan dari Skuadron Tempur Ekspedisi ke-335 dari Pangkalan Angkatan Udara Seymour Johnson di Carolina Utara lepas landas dari lokasi yang dirahasiakan di dalam wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS, 15 Juli 2024. Laporan CRS menyebut AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat militer selama perang melawan Iran. (Tribunnews.com/Foto Angkatan Udara AS oleh Letnan Satu Peyton Craven)

Dokumen itu menyebutkan militer AS kehilangan sedikitnya 42 pesawat sayap tetap maupun helikopter, termasuk pesawat tanpa awak.

Baca juga: Iran Punguti Rudal Bekas Milik Amerika Serikat, Disulap Jadi Senjata Mematikan yang Mengancam AS

Berikut Daftar Kehilangan dan Kerusakan Pesawat Selama Perang Iran

  • 4 Pesawat Tempur F-15E Strike Eagle

Pada 2 Maret 2026, CENTCOM melaporkan tiga F-15E ditembak jatuh dan hancur akibat tembakan salah sasaran di atas Kuwait.

Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.

Kemudian, pada 5 April 2026, CENTCOM melaporkan satu F-15E lainnya ditembak jatuh saat operasi tempur di atas Iran.

Kedua awak pesawat berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan terpisah.

  • 1 Pesawat Tempur F-35A Lightning II

Laporan media pada 19 Maret 2026 menyebut tembakan dari darat Iran merusak satu F-35A saat operasi tempur di atas Iran.

  • 1 Pesawat Serang Darat A-10 Thunderbolt II

Dalam konferensi pers pada 6 April 2026, Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa pada 3 April, satu A-10 terkena tembakan musuh lalu jatuh dan hancur saat operasi pencarian dan penyelamatan.

Baca juga: Sinyal Hubungan Membaik? Trump Undang Putin Hadir KTT G20 di Amerika Serikat, Ini Respon Rusia

Pilot berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.

  • 7 Pesawat Pengisian Bahan Bakar Udara KC-135 Stratotanker

Pada 12 Maret 2026, CENTCOM melaporkan 2 unit KC-135 terlibat insiden di wilayah udara sekutu. 

Satu pesawat jatuh di Irak dan menewaskan enam awak.

Pesawat lainnya melakukan pendaratan darurat di lokasi rahasia wilayah penempatan pasukan AS.

Selain itu, laporan media pada 14 Maret 2026 menyebut 5 unit KC-135 lainnya rusak saat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, akibat serangan rudal dan drone Iran.

PERANG IRAN - Capture YouTube Serambi News soal baku tembak jet tempur Iran dan Amerika Serikat
PERANG IRAN - Capture YouTube Serambi News soal baku tembak jet tempur Iran dan Amerika Serikat (YouTube/Serambi News)
  • 1 Pesawat AWACS E-3 Sentry

Laporan media pada 28 Maret 2026 menyebut satu pesawat sistem peringatan dini dan kendali udara (AWACS) E-3 Sentry terkena serangan saat berada di darat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Laporan lain pada 7 Mei 2026 menyebut pesawat tersebut diparkir di jalur taksi yang tidak terlindungi.

  • 2 Pesawat Operasi Khusus MC-130J Commando II

Laporan media pada 5 April 2026 menyebut dua MC-130J yang mendukung operasi penyelamatan F-15E sengaja dihancurkan di darat di Iran karena tidak dapat lepas landas. Seluruh awak berhasil dievakuasi dengan selamat.

Baca juga: Ketegangan Memuncak! Iran Kembali Gembok Selat Hormuz, Tuding Amerika Khianati Perjanjian

  • 1 Helikopter HH-60W Jolly Green II

Pada 6 April 2026, Jenderal Caine mengatakan satu helikopter pencarian dan penyelamatan tempur HH-60W mengalami kerusakan akibat tembakan senjata ringan saat mendukung operasi penyelamatan F-15E di Iran.

  • 24 Drone MQ-9 Reaper

Laporan media pada 9 April 2026 menyebut militer AS telah kehilangan 24 drone MQ-9 Reaper sejak dimulainya operasi militer melawan Iran.

  • 1 Drone MQ-4C Triton

Laporan media pada 14 April 2026 yang mengutip dokumen Angkatan Laut AS menyebut satu drone MQ-4C Triton jatuh akibat kecelakaan.

Biaya Kerugian yang Diderita AS

Laporan CRS belum mencantumkan nilai kerugian finansial dari pesawat-pesawat tersebut.

Namun, seperti dilansir First Post, sejumlah ahli memperkirakan total kerugian mendekati 7 miliar dolar AS (sekitar Rp124,0 triliun).

Karena F-15E sudah tidak diproduksi lagi, penggantinya adalah F-15EX dengan estimasi biaya sekitar 125 juta dolar AS per unit dalam rencana Angkatan Udara FY27.

Dengan demikian, penggantian empat F-15E diperkirakan menelan biaya sekitar 500 juta dolar AS.

Menurut AerospaceGlobalNews.com, penggantian satu F-35A diperkirakan mencapai 195 juta dolar AS.

Sementara itu, tujuh KC-135 yang hilang harus diganti dengan KC-46A yang memiliki biaya sekitar 260 juta dolar AS per unit.

Baca juga: Laut dan Udara, Amerika Kena Semua! Kapal AS Terbakar Diserang Drone Iran, Jet F-35 AS Kirim SOS

JET USAF- Riyadh mengajukan pembelian hingga 48 unit jet tempur F-35, menjadikannya calon negara Arab pertama yang mengoperasikan F-35 berteknologi stealth, kecepatan Mach 1.6, sensor fusion berbasis AI, serta miliki kemampuan perang elektronik tingkat tinggi.
JET USAF- Riyadh mengajukan pembelian hingga 48 unit jet tempur F-35, menjadikannya calon negara Arab pertama yang mengoperasikan F-35 berteknologi stealth, kecepatan Mach 1.6, sensor fusion berbasis AI, serta miliki kemampuan perang elektronik tingkat tinggi. (Tribunnews.com/Cameron Lewis/US Air National Guard/DVIDS)

29 Miliar Dolar AS dan Terus Bertambah

Skala sebenarnya dari kerugian dan biaya perang belum diumumkan secara rinci oleh Departemen Pertahanan AS.

Namun, pada 13 Mei, seorang pejabat anggaran senior Pentagon mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa perang melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah menelan biaya sekitar 29 miliar dolar AS (Rp514,9 triliun) sejauh ini.

Jumlah tersebut melampaui proyeksi anggaran awal Pentagon sebesar 25 miliar dolar AS yang sebelumnya diajukan kepada Kongres AS.

Pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst, mengatakan lonjakan biaya terjadi akibat kebutuhan perbaikan dan penggantian peralatan serta meningkatnya biaya operasional umum.

Namun, sejumlah ahli menilai angka tersebut masih dapat meningkat drastis.

Pakar penganggaran Linda Bilmes dari Harvard Kennedy School memperkirakan total biaya perang melawan Iran dapat mencapai 1 triliun dolar AS.

Ia mencatat sekitar 2 miliar dolar AS dihabiskan setiap hari untuk kebutuhan jangka pendek dan biaya awal perang.

Sementara itu, anggota DPR AS Ro Khanna pada April lalu mengatakan perang tersebut dapat merugikan ekonomi AS hingga 631 miliar dolar AS atau sekitar 5.000 dolar AS per rumah tangga jika memperhitungkan kenaikan harga bensin dan pangan. (Tribun Style/Tribunnews/Tiara Shelavie)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
IranTeheranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved