Iran Vs AS
Tak Hanya Militer, Iran Persiapkan Warga Sipil Ikut Melawan AS, Pemuda dan Wanita Diajari Menembak
Militer Iran kini mulai mengajari warga sipil agar bisa menggunakan senapan serbu AK-47.
Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
- Iran mengambil langkah baru, kini mulai ajari warga sipil cara gunakan senjata
- Langkah ini diambil untuk mengantisipasi jika suatu saat warga harus membela negara melawan AS
TRIBUNSTYLE.COM - Iran mengambil langkah baru untuk mengantisipasi perang melawan Amerika Serikat.
Militer Iran kini mulai mengajari warga sipil agar bisa menggunakan senapan serbu AK-47.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika suatu saat masyarakat harus membela negara dari serangan Amerika Serikat.
Warga sipil baik laki-laki maupun perempuan dari semua kalangan usia diminta untuk belajar cara menembak.
Dilansir dari France24 pada Rabu (20/5), tutorial menggunakan senjata api tersebut bahkan dipraktikkan dalam tayangan televisi dan radio.
Pelatihan penggunaan senjata itu digelar oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC di berbagai wilayah Teheran.
Baca juga: Senjata Senyap Iran Dalam Perang Lawan AS Belum Digunakan, Diprediksi Bisa Buat Dunia Kalang Kabut
Prajurit Iran mendemonstrasikan berbagai jenis amunisi, cara merakit serta membongkar Kalashnikov.
Masyarakat sipil secara sukarela mengikuti pelatihan cara menembak menggunakan senapan AK-47.
Pemerintah Iran menyebut program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan warga dalam melawan Amerika Serikat.
Program tersebut juga dilakukan untuk memperkuat semangat nasionalisme dan pertahanan negara.
Pihak berwenang Iran bahkan telah mendirikan pos pelatihan militer di seluruh Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Iran Buat Sayembara Kontroversial
Iran dilaporkan tengah menggodok rancangan undang-undang kontroversial tentang usulan pemberian hadiah senilai 58 juta dolar atau hampir Rp 1 triliun bagi siapapun yang bisa menghabisi nyawa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Wacana ini menjadi perbincangan di dalam perlemen Iran pasca ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat setelah operasi gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Dilansir Tribunnews pada Selasa (19/5/2026), anggota parlemen Iran sendiri tidak membantah soal laporan ini.
| Tak Hanya Militer, Iran Persiapkan Warga Sipil Ikut Melawan AS, Pemuda dan Wanita Diajari Menembak |
|
|---|
| 'Senjata Senyap' Iran Dalam Perang Lawan AS Belum Digunakan, Diprediksi Bisa Buat Dunia Kalang Kabut |
|
|---|
| Iran Picu Kontroversi, Buat Sayembara Hadiah Rp 1 Triliun Bagi yang Bisa Habisi Trump dan Netanyahu |
|
|---|
| Donald Trump Mendadak Beri 'Kado' untuk Iran, Teheran Girang Sanksi Minyak Dilonggarkan |
|
|---|
| Iran Punguti Rudal Bekas Milik Amerika Serikat, Disulap Jadi Senjata Mematikan yang Mengancam AS |
|
|---|