Breaking News:

Iran Vs AS

China Rilis Video Kesiapan Tempur Setelah Ancam AS yang Blokade Selat Hormuz, Sinyal Siap Perang

China merilis video militer menunjukkan kesiapan mereka untuk operasi tempur setelah mengancam Amerika Serikat

Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
  • Akun medsos militer China rilis video kesiapan operasi tempur setelah ancam AS yang blokade Selat Hormuz
  • China tegaskan siap jalankan operasi tempur sepanjang waktu
  • Unggahan dinilai sebagai sinyal China siap perang jika situasi global tak juga membaik

 

TRIBUNSTYLE.COM - China merilis video militer menunjukkan kesiapan mereka untuk operasi tempur setelah mengancam Amerika Serikat yang melakukan blokade di Selat Hormuz.

Video itu kini dianggap sebagai cara China memberitahu dunia bahwa mereka telah siap ikut berperang jika situasi global tak kunjung membaik.

Video tersebut dirilis China melalui akun militer resmi mereka di X pada Senin (13/4/2026).

Rekaman menunjukkan berbagai aktivitas militer seperti latihan, pesawat tempur, kapal selam, hingga uji coba peluncuran rudal.

Dalam keterangannya, China menyebut selalu siap melakukan operasi tempur sepanjang waktu.

Langkah ini muncul tak lama setelah China memberikan peringatan kepada Amerika Serikat terkait blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Baca juga: Minggu Ini Iran dan AS Kembali Bertemu di Meja Negosiasi, Pakistan Optimis Ada Isyarat Akhiri Perang

CHINA SIAP PERANG - Akun media sosial China rilis video kesiapan operasi tempur setelah ancam AS yang blokade Selat Hormuz
CHINA SIAP PERANG - Akun media sosial China rilis video kesiapan operasi tempur setelah ancam AS yang blokade Selat Hormuz (Tangkapan layar X/@ChinaMilBugle)

China menilai langkah blokade AS berisiko mengganggu stabilitas global serta mengancam pasokan energi dunia.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyebut blokade tersebut dapat memperburuk krisis, terutama karena China merupakan salah satu konsumen utama minyak Iran.

Seperti diketahui, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran setelah perundingan di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump bahkan memberikan peringatan keras bahwa kapal yang melanggar blokade akan dilenyapkan.

Di sisi lain, China menegaskan tetap menjalankan kerja sama energi dengan Iran dan memastikan kapal-kapalnya tetap beroperasi di Selat Hormuz.

Iran juga memberikan sinyal bahwa pihaknya tak segan melancarkan serangan jika perjalanan lautnya terganggu, yang menambah ketegangan di jalur vital distribusi minyak dunia tersebut.

Blokade AS di Selat Hormuz Picu Kepanikan

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat mengklaim telah berhasil memberlakukan blokade terhadap akses Selat Hormuz yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pendekatan ini dilakukan dengan menempatkan kekuatan armada laut di titik-titik penting, sehingga seluruh aktivitas pelayaran yang keluar dan masuk wilayah Iran berada dalam pengawasan ketat.

Baca juga: Tak Tertipu Akal-akalan Amerika, Iran Usir Kapal AS yang Menyamar Agar Bisa Masuk Selat Hormuz

Dengan kondisi tersebut, kapal-kapal yang melintas menghadapi risiko tinggi akibat meningkatnya kehadiran militer dan potensi konflik di perairan.

Dampaknya, aktivitas perdagangan laut Iran dilaporkan lumpuh total selama 36 jam, dengan kapal-kapal enggan keluar maupun masuk wilayah tersebut.

PERANG IRAN VS AS - Capture video PressTV menampilkan kapal milik Amerika Serikat diusir Iran dari Selat Hormuz
PERANG IRAN VS AS - Capture video PressTV menampilkan kapal milik Amerika Serikat diusir Iran dari Selat Hormuz (Tangkapan layar X/@PressTV)

Klaim ini disampaikan oleh Brad Cooper, Komando Pusat AS (CENTCOM). 

Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa pasukan AS telah mencapai superioritas maritim di kawasan Timur Tengah.

“Blokade pelabuhan Iran telah berhasil dipastikan, karena Angkatan Bersenjata AS telah mencapai superioritas maritim di Timur Tengah,” ujarnya.

Adapun blokade jalur pelayaran Iran dilakukan AS sebagai bagian dari respons atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya menekan ancaman keamanan yang dituding berasal dari Iran, termasuk pengembangan rudal dan program nuklir.

Pemerintah AS menyatakan bahwa tindakan tersebut juga bertujuan melindungi kepentingan strategis dan sekutu di kawasan, sekaligus membatasi ruang gerak militer dan ekonomi Iran pasca militer negara itu memberlakukan tarif tinggi bagi kapal yang akan melintas di Selat Hormuz.

Namun buntut blokade yang dilakukan AS, banyak kapal dagang memilih untuk tidak melintas karena khawatir terhadap potensi konflik atau serangan.

Hal serupa juga diungkap media Azernews yang menyebut aktivitas perdagangan maritim Iran praktis berhenti total usai kapal-kapal komersial memilih menahan diri untuk tidak beroperasi di wilayah sekitar Iran. (Tribun Style/Tribun Video)

Tags:
IranChinaAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved