TRIBUNSTYLE.COM - Pilpres 2024 menjadi ajang pembuktian siapa yang paling banyak didukung rakyat untuk maju menjadi Presiden dan Wakil Presiden terbaru Indonesia.
Namun di akhir tahun tahun 2023 menjelang Pilpres pada bulan Februari mendatang, sejumlah istilah politik baru bermunculan.
Istilah itu disebarluaskan media massa maupun media sosial yang kemudian jadi perbincangan di publik.
Termasuk istilah cawe-cawe yang bermula dari pernyataan Presiden Jokowi yang akan cawe-cawe untuk urusan Pilpres 2024.
"Demi bangsa dan negara saya akan cawe-cawe, tentu saja dalam arti yang positif," ucap Jokowi. “Saya tidak akan melanggar aturan, tidak akan melanggar undang-undang, dan tidak akan mengotori demokrasi,” lanjut Jokowi.
KPU RI juga menetapkan 3 pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024, istilah politik pun kian bermunculan.
Istilah politik itu paling banyak muncul debat calon presiden (capres) putaran pertama telah berlangsung, Selasa (12/12/2023) malam lalu.
Baca juga: Gus Miftah Bagi-bagi Uang ke Warga Diduga Kampanye, Demokrat Beri Penjelasan: Sedekah ke Masyarakat
Debat menghadirkan 3 pasangan capres dan cawapres yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Seperti apa istilah politik dan bahasa gaul para capres yang belakangan muncul di hadapan publi? Berikut dirangkum Tribunnews.com, Sabtu (30/12/2023):
1. Samsul
Kata 'samsul' muncul pertama kali ketika cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming berkicau di media sosial.
Istilah itu kemudian dikaitkan beberapa kalangan di media sosial sebagai 'asam sulfat',
Kata 'Samsul' yang terus digelorakan lawan politik Gibran yang salah ucap Asam Folat menjadi Asam Sulfat.
Komandan TKN Pemilih Muda (Fanta) Prabowo-Gibran, Arief Rosyid, menegaskan Samsul bukan asam sulfat melaikan semakin sulit disusul.
Maksudnya survei elektabilitas Prabowo-Gibran makin sulit disusul oleh kandidat lainnya di Pilpres 2024.